BLORA,POJOKBLORA.ID– Dalam wujud komitmen pelayanan kesehatan yang proaktif dan berorientasi pada keselamatan warga, Puskesmas Blora Kota menunjukkan respons luar biasa dengan melakukan penjemputan langsung pasien sakit berat dari kediamannya. Aksi tanggap ini digerakkan oleh koordinasi solid antara tenaga kesehatan puskesmas dan bidan desa.
Dr. Fadil, mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Blora yang bertugas di Puskesmas Blora Kota, menuturkan kronologi aksi cepat tersebut. “Kami mendapatkan telepon dari bidan desa mengenai kabar seorang pasien yang sudah tiga hari tidak mampu berkegiatan atau dalam bahasa medis, mengalami gangguan mobilisasi—tidak bisa bangun dari tempat tidur,” jelasnya, Jumat, (23/1/26).
![]() |
| Melakukan Stabilisasi Pasien memberikan Infus sebelum dirujuk ke Rumah Sakit |
Tim segera bergerak melakukan pemeriksaan di lokasi. “Kami langsung cek ke lokasi untuk menilai keadaan fisik pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien membutuhkan penanganan lanjut dan harus dirujuk ke rumah sakit, karena Puskesmas kami tidak memiliki fasilitas rawat inap,” papar Dr. Fadil.
Sebelum dirujuk, tim terlebih dahulu melakukan stabilisasi kondisi pasien, termasuk pemberian infus, dengan mengutamakan keselamatan sebagai prinsip utama.
“Puskesmas Blora Kota siap menjemput pasien di rumah melalui koordinasi dengan bidan desa,” tegas Dr. Fadil, menekankan ketersediaan layanan respons cepat ini.
Aksi ini berawal dari kewaspadaan Bidan Desa dari Kelurahan Tambahrejo, Srijatminingsih. “Saya mendapat informasi dari warga tentang adanya warga yang sakit dan tidak bisa bergerak. Saya langsung datang ke rumah pasien, kemudian mengabari Puskesmas Blora Kota untuk menjemput. Dokter dan tim pun datang,” tutur Srijatminingsih. Ia juga menegaskan bahwa layanan penjemputan pasien ini diberikan secara gratis.
Rasa syukur dan apresiasi tinggi disampaikan oleh Selamet, Ketua RT 03/03 Dukuh Bangking, Kelurahan Tambahrejo, yang juga merupakan suami dari pasien, Ibu Ngatmi.
“Terima kasih atas pelayanan Puskesmas Blora Kota dan bidan desa yang bisa langsung menjemput istri saya yang sedang sakit di rumah. Harapan saya ke depan, pelayanan seperti ini terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan,” ucapnya.
Kejadian ini menjadi contoh nyata efektivitas sistem kewaspadaan kesehatan berbasis komunitas, dimana peran aktif kader dan bidan desa dalam melaporkan kondisi warga, ditindaklanjuti dengan respons cepat dan profesional oleh fasilitas kesehatan primer. Layanan “jemput pasien” gratis dari Puskesmas Blora Kota ini diharapkan dapat terus menjadi jaring pengaman kesehatan bagi warga, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses dan mobilitas.(Agung)






