Dirut Bulog: TNI dan Polri Mitra Strategis Wujudkan Swasembada, Petani Harus "Diwongke"


BLORA,POJOKBLORA.ID 
– Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, secara tegas menyebut TNI dan Kepolisian RI sebagai mitra strategis dalam mendukung program swasembada pangan dan energi. Ia meminta aparat keamanan turut membantu mengawal dan memaksimalkan peran pabrik gula milik Bulog demi kesejahteraan petani.

Dalam kunjungannya ke Pabrik gula GMM di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Rizal Ramdhani mengawali pernyataannya dengan menegaskan bahwa petani adalah pahlawan. Oleh karenanya, menurut dia, sudah sepatutnya petani dihormati dan dilayani dengan sebaik-baiknya.

"Petani itu pahlawan. Kita harus hormati, layani mereka sebaik-baiknya. Sebetulnya petani di sini perlunya diajak komunikasi, perlu disentuh, bahasa Jawanya diwongke (dimanusiakan)," ujar Rizal, Jumat (03/04/36).

Ia mengakui selama ini komunikasi antara manajemen GMM (Gendhis Multi Manis) dengan petani belum berjalan optimal. Kurangnya pendekatan personal dinilai menjadi salah satu kendala di lapangan.

"Selama ini dari manajemen mungkin komunikasinya kurang baik. Ke depan akan kami perbaiki sehingga ada komunikasi yang lebih baik," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dirut Bulog secara khusus meminta dukungan nyata dari TNI dan Polri. Ia menilai kehadiran aparat tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga sebagai mitra kerja dalam mengoptimalkan pabrik demi mendukung program prioritas Presiden.

"Saya minta teman-teman TNI dan Polri bantu kami. Intinya kita siapkan pabrik ini sebaik mungkin untuk mendukung program swasembada pangan Bapak Presiden. Programnya mulia: swasembada pangan dan swasembada energi," katanya.

Rizal menjelaskan, komoditas tebu memiliki dua fungsi strategis. Pertama, untuk swasembada pangan dalam bentuk gula. Kedua, untuk swasembada energi dalam bentuk bioetanol.

"Ke depan akan kita perbaiki, bahkan bisa menjadi etanol juga, sehingga saya serap tebunya lebih tinggi," tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Pangdam Jaya ini mengajak seluruh elemen untuk saling berbagi informasi dan berkomunikasi secara terbuka. Ia meminta agar GMM tidak merasa berjalan sendiri, melainkan menjadikan kantor tersebut sebagai pusat koordinasi bersama TNI dan Polri.

"Tolong kita saling sharing komunikasi. Anggap GMM ini kantornya teman-teman TNI dan Polri, anggap kantor kita bersama. Kalau ada apa-apa, komunikasi. Yang dari GMM kalau ada informasi, dikomunikasikan ke TNI dan Polri. Sehingga pelayanan kita kepada masyarakat menjadi lebih baik," pungkasnya.

Dengan sinergi yang semakin erat antara Bulog, TNI, Polri, dan petani, diharapkan target swasembada pangan dan energi nasional dapat segera terwujud. (Agung)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama