BLORA,POJOKBLORA.ID – Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (15/4/2026). Jembatan ini diharapkan menjadi solusi akses vital bagi warga dua desa yang selama ini terhambat medan sungai.
Anggota Kodim 0721/Blora bersama warga setempat bahu-membahu membangun jembatan yang menghubungkan Desa Nglebur dan Desa Janjang. Jalur tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas warga, mulai dari bekerja, bertani, hingga mendukung akses pendidikan dan mobilitas sehari-hari.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung sejak pagi itu dipimpin langsung oleh Danramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno. Pengerjaan jembatan juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Nglebur. Sejak awal, personel TNI dan masyarakat secara bersama-sama menyiapkan material, membersihkan lokasi, hingga melaksanakan proses pembangunan secara bertahap.
Kapten Inf Sumarno menjelaskan, pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan memperlancar akses, tetapi juga memperkuat ikatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap akses masyarakat dapat kembali lancar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat," ujarnya di sela-sela pengerjaan jembatan.
Salah satu warga Desa Nglebur, Slamet Riyadi (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya inisiatif pembangunan jembatan tersebut. "Selama ini kalau hendak ke desa tetangga harus memutar hingga dua kilometer. Dengan jembatan ini, waktu tempuh jadi lebih singkat dan aman, apalagi saat musim hujan," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga mengapresiasi langkah swadaya TNI dan masyarakat. Kepala Dinas PUPR Blora, Ahmad Faishol, dalam keterangan terpisah menyebut bahwa partisipasi aktif dari aparat dan warga merupakan contoh nyata percepatan pembangunan infrastru pedesaan.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan ke depan. Setelah selesai, jembatan dengan panjang sekitar 40 meter ini akan menjadi akses permanen yang memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus simbol gotong royong yang hidup di tengah masyarakat Blora.(AGUNG)
