BLORA,POJOKBLORA.ID– Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, Sunoto, bertolak menuju Jakarta pada hari ini, Minggu (26/4/2026), untuk mengikuti serangkaian agenda pertemuan di tingkat pusat. Rombongan dijadwalkan menghadiri kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada Senin besok, kemudian audiensi dengan Menteri Bappenas pada Selasa, dan ditutup pertemuan dengan Wakil Presiden RI pada Rabu mendatang.
Sunoto mengungkapkan bahwa tujuan utama perjalanan ini adalah memperjuangkan nasib Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis yang berada di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Ia mendesak pemerintah untuk serius menangani upaya pengoperasian kembali pabrik tersebut agar tidak terus terbengkalai.
"Kami ingin masuk dalam penanganan pabrik gula Gendhis Multi Manis ini agar serius bisa operasional kembali. Jangan sampai pabrik gula ini dibiarkan begitu saja," tegas Sunoto sesaat sebelum keberangkatannya, Minggu (26/4/2026).
Ia berharap keluhan dan aspirasi para petani tebu di Blora segera mendapat respons nyata dari pemerintah, khususnya setelah pertemuan dengan Bappenas dan Wakil Presiden. Menurut Sunoto, nasib pabrik gula tersebut sangat menentukan kehidupan petani tebu setempat.
"Pabrik gula ini menyangkut nasib petani tebu Blora yang bersentuhan langsung, sekitar 40 ribu orang. Itu seperti nyawa semua. Kalau dibiarkan, otomatis perekonomian dari ribuan orang akan mengalami kerugian yang sangat besar," ujarnya.
Senada dengan Sunoto, salah seorang petani tebu, Hairul Anwar, menyatakan harapannya agar pemerintah pusat turun tangan menghidupkan kembali PG Gendhis Multi Manis Todanan. Ia bahkan menyampaikan peringatan tegas jika tuntutan petani tidak direspons.
"Apabila tidak ada respons dari pemerintah, kami para petani akan melakukan tawaf di Istana Merdeka," ujar Hairul dengan nada penekanan.
Masyarakat Blora, khususnya para petani tebu, kini menanti langkah konkret pemerintah guna menyelamatkan satu-satunya pabrik gula yang menjadi tulang punggung perekonomian di kawasan Todanan dan sekitarnya.(Red)


