Bus Sekolah Bantuan Kemenhub Siap Layani Rute Kunduran-Blora, Tunggu APBD Perubahan 2026


BLORA,POJOKBLORA.ID
– Pemerintah Kabupaten Blora bersiap mengoperasikan bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melayani transportasi pelajar. 

Bus yang diterima pada akhir 2025 itu direncanakan mulai beroperasi setelah seluruh proses administrasi dan penganggaran operasional tuntas.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Sunyoto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu pengesahan anggaran dalam APBD Perubahan 2026.

"Setelah proses administrasi dan anggaran operasional beres, pengoperasiannya segera dilaksanakan. Saat ini hanya menunggu pengesahan anggaran pada APBD Perubahan 2026," ujar Sunyoto kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, karena kendaraan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat, terdapat mekanisme administrasi berupa biaya balik nama yang membutuhkan anggaran sekitar Rp50 juta. Pengalokasian dana tersebut juga akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.

Jika seluruh tahapan telah rampung, bus sekolah akan langsung melayani rute Kunduran–Blora sebagai jalur perdana. Sunyoto menjelaskan, sebelumnya Pemkab Blora mengajukan permohonan empat unit bus sekolah kepada Kemenhub. Namun, dari usulan tersebut pemerintah pusat baru menyetujui satu unit untuk dikelola oleh pemerintah daerah.

"Untuk anggaran operasionalnya sebesar Rp200 juta, digunakan untuk biaya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan pengemudi," ujarnya.

Penetapan rute Kunduran–Blora didasarkan pada hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora. Hasil kajian menunjukkan jalur tersebut memiliki kebutuhan layanan transportasi pelajar paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Selain itu, permintaan layanan juga cukup besar pada jalur Blora–Cepu. Sementara rute Blora–Rembang belum menjadi prioritas karena masih dilayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan pedesaan.

"Ke depan kami juga akan berupaya memperluas layanan, sehingga bisa menjangkau wilayah lain dan masyarakat bisa menikmati layanan bus sekolah secara gratis," ujarnya.

Bus sekolah berkapasitas 25 penumpang tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh para pelajar. Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, sekaligus meringankan biaya perjalanan siswa menuju maupun pulang dari sekolah.(Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama