Dapur SPPG Murahharjo Tutup Sementara, Korcam Bantah Isu Penggelapan Dana

Korcam SPPG Kunduran, Afif Ma'aruf

BLORA,POJOKBLORA.ID  –
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Murahharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, terhenti sementara menyusul pengunduran diri kepala SPPG setempat secara mendadak tanpa melalui prosedur serah terima jabatan.

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf, membenarkan bahwa dapur produksi makanan bergizi gratis itu telah ditutup sejak Selasa (13/7/2026) dan belum dapat beroperasi hingga saat ini.

"Memang tutup per Selasa kemarin. Ini murni kepala SPPG-nya resign langsung kabur, tidak menunggu kepala SPPG baru untuk serah terima. Jadi kalau dapur tidak ada kepala SPPG, otomatis berhenti operasional sementara sambil menunggu pengganti," jelas Afif saat ditemui di kantornya, Sabtu (18/7/2026).

Bantahan Isu Miring di Masyarakat

Afif menegaskan bahwa isu yang beredar di masyarakat terkait pembawaan uang oleh pihak yayasan atau mitra adalah tidak benar. Ia memastikan tidak ada indikasi penyimpangan keuangan dalam pengelolaan program tersebut.

"Tidak ada indikasi uang dibawa kabur. Untuk virtual account SPPG, itu kan yang memegang dari yayasan dan kepala SPPG. Kalau salah satu tidak ada maker atau signer, tidak akan terjadi," tegasnya.

Afif menjelaskan mekanisme pengelolaan keuangan SPPG menerapkan sistem double control yang mengharuskan dua pihak untuk melakukan transaksi. Tanpa adanya salah satu dari keduanya, dana tidak dapat dicairkan.

Kronologi Pengunduran Diri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala SPPG yang bersangkutan mengirimkan surat pengunduran diri ke Koordinator Wilayah (Korwil) pada sore hari di tanggal yang sama, tanpa terlebih dahulu berpamitan dengan pihak SPPG setempat maupun Korcam. Surat tersebut tertanggal 13 Juli 2026 dengan mencantumkan alasan salah satunya adalah orang tua di Jambi.

"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dari SPPG saya tanya, tidak ada. Dari saya juga tidak ada. Saya tahunya dari Korwil, dia mengirim surat resmi ke Korwil sore itu," ungkap Afif.

Langkah Tindak Lanjut

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Korcam langsung membuat laporan khusus yang ditujukan kepada KPPG Semarang pada hari yang sama, 13 Juli 2026. Laporan tersebut memuat kronologi kejadian sekaligus permohonan pergantian kepala SPPG.

Afif berharap proses pergantian kepala SPPG dapat segera dilakukan agar operasional dapur Murahharjo dapat kembali berjalan dan program pemberian makanan bergizi gratis bagi masyarakat penerima manfaat tidak terganggu lebih lama.

"Saat ini kami masih menunggu proses dari pusat. Yang jelas kami sudah melaporkan semuanya dan berharap ada pengganti secepatnya," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPPG Semarang terkait proses pergantian kepala SPPG Dapur Murahharjo.(Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama