BLORA,POJOKBLORA.ID– Di tengah dinamika tahun politik yang diwarnai berbagai perubahan kebijakan, Kepala Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Hj. Luluk Nasruatin, menyampaikan komitmennya sebagai pemimpin di tingkat pemerintahan paling bawah untuk mengikuti dan mensukseskan program-program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pemerintahan sehingga sudah menjadi kewajiban bagi perangkat desa untuk bersinergi dengan kebijakan nasional.
"Alhamdulillah, kami sebagai kepala desa tentunya harus mengikuti apa yang menjadi program nasional. Memang setiap program ada pro dan kontra, ada positif dan negatifnya, itu sudah pasti," ujar Luluk kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam menyikapi berbagai program, pihaknya bersama perangkat desa telah menggelar musyawarah desa (musdes) untuk membahas program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami sikapi dengan dingin hati. Kami berusaha menjelaskan kepada masyarakat. Saya yakin tidak mungkin pemerintahan akan membawa warganya ke hal yang tidak baik," tegasnya.
MBG Berjalan 9 Bulan, Dorong PADes dan BUMDES
Untuk program MBG, Luluk mengungkapkan bahwa pelaksanaannya telah berlangsung selama sembilan bulan, terhitung sejak September tahun lalu hingga Juni tahun ini. Penerimaan dari warga dan pemerintah desa berjalan sangat baik karena program ini berlokasi di tanah kas desa dan bekerja sama dengan pemerintah setempat.
"Alhamdulillah, MBG ini bisa membantu Pendapatan Asli Desa (PADes), membantu warga, dan membantu berjalannya BUMDES. Tahun kemarin ada anggaran 20 persen dari ketahanan pangan, dan kami dari BUMDES juga membuat tanaman hidroponik yang bisa disetorkan sebagai support ke MBG," jelasnya.
KDMP Fisik Rampung, Fasilitas Masih Dilengkapi
Sementara untuk program KDMP, meskipun bangunan fisik telah selesai 100 persen, fasilitas di dalamnya belum lengkap sehingga belum bisa berjalan maksimal. Namun, Luluk optimis program ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Untuk KDMP, penyambutannya lumayan baik. Kami belum bisa berkomentar banyak karena belum semua fasilitas ada. Tapi kami sudah melibatkan pengurus KOPDES dalam BUMDES dan SPPG agar nanti saat KDMP berjalan, mereka sudah punya pengalaman," ungkapnya.
Harapan Kolaborasi Antardesa
Luluk berharap pemerintah pusat dapat memperhatikan jenis usaha yang ada di KDMP dan memberikan pelatihan-pelatihan bagi warga desa. Ia juga berharap ada fasilitasi kerja sama antardesa untuk saling memasok produk masing-masing ke KDMP.
"Harapan saya, pemerintah bisa memfasilitasi kolaborasi antara KDMP satu dan KDMP lainnya. Misalnya Desa Bradag bisa memasok keripik atau roti, sementara desa lain memasok produk yang berbeda. Dengan begitu, kita bisa saling mendukung," pungkasnya. (Red)
