BLORA,POJOKBLORA.ID – Aktivitas dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, terpaksa dihentikan sementara setelah Kepala SPPG, M. Abdul Toha, mengundurkan diri secara mendadak dan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026).
Pantauan di lokasi, Selasa (20/7/2026), bangunan dapur bergambar biru-putih itu tampak tertutup rapat dengan pagar setinggi dua meter. Tidak tampak aktivitas memasak maupun kehadiran petugas. Hanya sebuah mobil box terlihat terparkir di area teras.
"Iya benar, sejak Senin Pak Toha sudah tidak ada di dapur. Dapur tidak berjalan," ujar Barlan, salah seorang relawan SPPG Muraharjo, kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Kronologi Kepergian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toha yang diketahui berasal dari Jambi, Sumatra, sudah meninggalkan lokasi dapur pada siang hari, Senin (13/7/2026). Saat itu, dapur MBG baru saja kembali beroperasi setelah tiga pekan libur sekolah.
Mei, selaku PIC Yayasan Catur Pilar, menjelaskan bahwa Toha pamit kepada Sobri selaku Asisten Lapangan (Aslap) untuk melaksanakan salat dengan berjalan kaki. Namun, Toha tak kunjung kembali dan hingga kini tidak dapat dihubungi.
"Saat siang hari, Kepala SPPG M. Abdul Toha izin untuk salat dengan berjalan kaki, namun tidak kunjung kembali dan hingga saat ini tidak dapat dihubungi," jelas Mei.
Surat Pengunduran Diri Dikirim ke Korwil
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG, Artika Diannita, membenarkan bahwa dirinya menerima surat pengunduran diri dari Toha pada sore hari di tanggal yang sama. Surat tersebut tertanggal 13 Juli 2026 dan mencantumkan alasan salah satunya karena orang tua di Jambi.
"Iya benar, Kepala SPPG Muraharjo mengirimkan surat pengunduran diri. Kemudian yang bersangkutan tanpa sepengetahuan Korwil, Korcam, dan mitra ternyata sudah meninggalkan dapur," ucap Artika saat ditemui di Mlangsen, Blora.
Artika mengaku sempat berupaya menemui Toha di dapur, namun yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi. Ia menegaskan bahwa selama dapur beroperasi, tidak ada kendala berarti, baik secara operasional maupun laporan dari penerima manfaat.
"Selama dapur beroperasi, semuanya berjalan baik-baik saja, tidak ada masalah. Dari mitra dan yayasan juga tidak ada masalah. Kemungkinan SPPG tersebut menginginkan kembali ke Jambi karena orang tua sakit," terangnya.
Diduga Resign Tanpa Serah Terima
Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf, membenarkan bahwa dapur produksi makanan bergizi gratis itu ditutup mulai Selasa (14/7/2026) dan belum dapat beroperasi hingga kini.
"Memang tutup per Selasa kemarin. Ini murni kepala SPPG-nya resign langsung kabur, tidak menunggu kepala SPPG baru untuk serah terima. Kalau dapur tidak ada kepala SPPG, otomatis berhenti operasional sambil menunggu pengganti," tegas Afif saat ditemui di kantornya.
Afif menepis isu adanya penyimpangan keuangan dalam pengelolaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengelolaan keuangan SPPG menerapkan sistem double control yang mengharuskan dua pihak untuk melakukan transaksi. Tanpa adanya salah satu dari keduanya, dana tidak dapat dicairkan.
"Tidak ada indikasi uang dibawa kabur. Untuk virtual account SPPG, yang memegang dari yayasan dan kepala SPPG. Kalau salah satu tidak ada maker atau signer, tidak akan terjadi," tegasnya.
Langkah Tindak Lanjut
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Korcam langsung membuat laporan khusus yang ditujukan kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang pada hari yang sama, 13 Juli 2026. Laporan itu memuat kronologi kejadian sekaligus permohonan pergantian kepala SPPG.
Artika mengaku telah melaporkan kasus ini ke KPPG Semarang dan selanjutnya proses pengunduran diri serta pergantian kepala SPPG akan ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
"Untuk sementara kondisi dapur berhenti operasional. KPPG mengarahkan untuk berhenti sementara, kemudian proses pengunduran diri kepala SPPG-nya diajukan ke BGN," terang Artika.
Pihak Korcam berharap proses pergantian kepala SPPG dapat segera dilakukan agar operasional dapur Muraharjo kembali berjalan dan program pemberian makanan bergizi gratis bagi masyarakat tidak terganggu lebih lama.
"Saat ini kami masih menunggu proses dari pusat. Yang jelas kami sudah melaporkan semuanya dan berharap ada pengganti secepatnya," pungkas Afif.(Red)
