BLORA,POJOKBLORA.ID – Rencana pembangunan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora kian mendekati realisasi. Dalam sosialisasi yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Blora, Kamis (2/7/2026), Direktorat Sarana, Prasarana dan Aset UNY memaparkan sejumlah tahapan penting menuju pembangunan fisik kampus.
Direktur Sarana, Prasarana dan Aset UNY, Selamet Widodo, menyampaikan bahwa pembangunan kampus diperkirakan dimulai setelah proses pengurukan lahan selesai.
"Tahap awal kami akan melakukan pengurukan untuk pematangan lahan, supaya proses konstruksi nantinya tidak ada hambatan. Proses pengurukan ini ditargetkan berlangsung sekitar satu bulan, mulai awal Agustus hingga akhir Agustus 2026," jelasnya.
Setelah proses lelang dan pengumuman lelang di akhir September 2026, peletakan batu pertama (groundbreaking) direncanakan pada minggu kedua bulan Oktober.
"Kita sudah ada kesepakatan dengan Pemkab Blora, groundbreaking akan dilaksanakan di minggu kedua bulan Oktober," tambah Selamet Widodo .
Dari sisi akademik, persiapan penerimaan mahasiswa baru terus digenjot. Saat ini, usulan pembukaan program studi baru sudah disusun dan diajukan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
"Kami sudah melakukan penyusunan usulan di bidang akademik.Ditargetkan mendapatkan persetujuan sebelum ajaran baru tahun 2027/2028. Proses perizinan program studi baru sekitar enam bulan, tetapi kita akan memasukkannya pada awal tahun 2027," papar Selamet Widodo .
Fakultas yang akan dibuka di kampus baru ini mayoritas adalah Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada lahan seluas sekitar 8.000 meter persegi.Masuk dari Gedung Direktorat.
"Luasan yang kami olah tahap pertama sekitar 8.000 meter persegi, tepatnya 7.700 meter persegi. Nantinya akan bertahap melebar sesuai dengan perkembangan kampus di Blora," jelas Selamet Widodo.
Pembangunan kampus PSDKU UNY di Blora diharapkan dapat mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi investasi strategis untuk peningkatan sumber daya manusia di daerah.(Red)
