BLORA,POJOKBLORA.ID– Pembangunan Pasar Rakyat Ngawen di Kabupaten Blora mengalami keterlambatan satu bulan dari target awal penyelesaian. Proyek bernilai Rp 30 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu kini ditargetkan rampung pada 13 Agustus 2026, setelah sebelumnya dijadwalkan selesai 14 Juli 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Pasar Ngawen, Fahrizal Patriaman, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama keterlambatan adalah keberadaan tiang listrik yang menghalangi area bangunan. Pemerintah telah memberikan perpanjangan waktu melalui adendum kontrak guna memberi kesempatan kepada kontraktor menyelesaikan pekerjaan.
"Kalau sementara ini masih sesuai dengan kontrak. Kontrak kita sampai 13 Agustus. Kalau memang tidak selesai di tanggal 13 Agustus baru kita berlakukan pemberian kesempatan dengan denda," ujar Fahrizal saat meninjau progres pembangunan, Kamis (30/7/2026).
Fahrizal menjelaskan, tiang listrik yang berada di lokasi proyek baru dapat dipindahkan beberapa waktu terakhir, sehingga menghambat pengerjaan di area tersebut. Kondisi ini memaksa pemerintah memberikan perpanjangan waktu kepada kontraktor.
Tambah Tenaga Kerja dan Lembur
Untuk mengejar target penyelesaian, kontraktor PT Joglo Multi Ayu menambah jumlah tenaga kerja dan menerapkan sistem lembur. Saat ini sekitar 100 pekerja dikerahkan di lokasi proyek dengan jumlah yang terus disesuaikan berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
"Penambahan pekerja pasti. Setiap hari kita monitor jumlah pekerja, pembagian pekerja, sampai lemburnya. Setiap hari juga kita evaluasi supaya tanggal 13 bisa selesai," jelas Fahrizal.
Selain kendala tiang listrik, ia mengakui adanya kenaikan harga material yang dipengaruhi situasi global, khususnya dampak dari ketegangan di Selat Hormuz. Meskipun material yang digunakan memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), bahan baku tidak seluruhnya diproduksi di dalam negeri sehingga tetap terdampak fluktuasi harga global.
Bupati: Target 13 Agustus 2026
Bupati Blora Arief Rohman yang turut meninjau langsung progres pembangunan berharap proyek dapat selesai tepat waktu agar tidak dikenai denda keterlambatan sebesar Rp 30 juta per hari.
"Kita berharap teman-teman dari PU maupun kontraktor pelaksana, waktunya tinggal 13 hari lagi. Dari PU maupun pelaksana optimis ini bisa diselesaikan," terangnya.
Arief merencanakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 akan dilaksanakan sebagian di Pasar Ngawen sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia juga menegaskan seluruh material pembangunan telah tersedia dan pengerjaan dilakukan dengan sistem lembur.
"Saya berharap sesuai harapan masyarakat, tanggal 13 Agustus sudah bisa selesai. Dengan jadinya Pasar Ngawen ini nanti bisa menggerakkan ekonomi Blora bagian barat karena pasar ini mencakup beberapa kecamatan," ucapnya.
Pasar Baru di Atas Reruntuhan Kebakaran
Pembangunan Pasar Rakyat Ngawen merupakan proyek rehabilitasi pasca-kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa (9/1/2024). Peristiwa itu menghanguskan 800 lapak pedagang los, 150 lapak pedagang pelataran, dan 60 kios. Sebanyak 71 kios lainnya mengalami rusak berat dan ringan.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Blora, kerugian dari kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 30,6 miliar dengan rincian bangunan pasar senilai Rp 15,5 miliar, kerugian 60 pedagang kios Rp 608 juta, kerugian 800 pedagang los Rp 14,29 miliar, serta kerugian 150 pedagang dasaran Rp 300 juta.(Red)


