Lanova Chandra Tirtaka Dorong Agroforestri Berkelanjutan demi Lestarikan Hutan dan Tingkatkan Ekonomi Desa


BLORA, POJOKBLORA.ID
– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Partai Gerindra, Lanova Chandra Tirtaka, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembalikan fungsi hutan agar tetap lestari. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kelompok Tani Hutan (KTH) Mulyo Raharjo Silayang di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tahunan tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Kehutanan Sosial Jakarta, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah, Perum Perhutani, serta sejumlah dinas teknis terkait. Dalam sambutannya, Lanova mengingatkan bahwa eksploitasi hutan yang berlebihan tanpa upaya pemulihan akan mengancam keberlanjutan ekosistem.

"Kita tidak bisa terus mengeksplorasi hutan tanpa adanya pengembalian fungsi. Semua pemangku kebijakan harus bersama-sama mengembalikan hutan untuk anak cucu kita ke depan," ujar Lanova di sela-sela acara.

Politisi Gerindra itu menyoroti kondisi tegakan hutan yang mulai berkurang dan mendorong pengencangan program penanaman kembali. Ia juga mengapresiasi arahan Wakil Menteri Kehutanan yang menekankan penguatan ekonomi berbasis desa melalui tanaman produktif dan sistem agroforestri.

"Ke depan, kita harus mengoptimalkan lahan hutan dengan pola tumpang sari yang tidak hanya menghijaukan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi warga," tambahnya.

Kita Upayakan ada dua Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pupuk Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendukung program agroforestri KTH Mulyo Raharjo Silayang.

Lanova berharap hasil panen dari program agroforestri nantinya dapat diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setempat. Dengan demikian, rantai pasok ekonomi desa dapat bergerak dan kesejahteraan petani hutan meningkat secara nyata.

"Sumber daya hutan boleh digunakan, tapi tidak semuanya harus dihabiskan. Kita wajib menjaga keberlanjutan melalui agroforestri. Ini investasi jangka panjang bagi generasi mendatang," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KTH Mulyo Raharjo Silayang, Surationo, menjelaskan bahwa RAT tahun ini menjadi ajang evaluasi dan perencanaan program strategis kelompok. Total lahan yang dikelola mencapai 895 hektare, dengan 557 Kartu Keluarga (KK) yang tergabung sebagai petani penggarap.

"Kami bahas penanaman, permodalan, dan pengelolaan lahan. Harapan kami, RAT tahun 2026–2027 ini bisa berjalan berkesinambungan dan ke depan ada pendampingan dari Kementerian Kehutanan serta akses permodalan yang lebih luas," ujar Surationo.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengelola lahan sesuai aturan yang berlaku agar hasil produksi meningkat, namun tetap menjaga kelestarian tegakan hutan demi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Kami akan mengelola tanaman sesuai peraturan agar hasilnya lebih baik, dan ke depan tegakan hutan bisa tetap lestari demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.(Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama