Porsadin Kabupaten Blora 2026 Berlangsung Lebih Meriah, 312 Peserta dari 16 Kecamatan Siap Berebut Tiket ke Provinsi


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Blora tahun 2026 berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh kecamatan di wilayah tersebut tercatat mengirimkan kontingennya, menandai antusiasme yang meningkat terhadap ajang pencarian bakat santri ini.

Ketua Panitia Porsadin Kabupaten Blora, Cuk Suwartono, mengungkapkan bahwa tahun ini partisipasi peserta mengalami peningkatan signifikan. 

"Alhamdulillah, kali ini lebih meriah. Dari sisi peserta, semua PAC dan PADT bisa berpartisipasi mengirimkan kontingen, berbeda dengan tahun kemarin di mana ada dua kecamatan yang tidak ikut. Tahun ini total peserta mencapai 312 orang," ujar Cuk Suwartono kepada awak media, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Blora mengirimkan perwakilannya. Meski demikian, terdapat perbedaan strategi pengiriman kontingen; sebagian kecamatan mengirim secara penuh, sementara lainnya hanya mengirim pada cabang lomba tertentu yang dinilai berpotensi meraih juara.

Cuk Suwartono menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah seleksi berjenjang untuk menjaring bibit unggul santri Madrasah Diniyah. "Harapan ke depan, kami ingin mencari kader-kader dari Madin yang memiliki bakat dan potensi untuk dikembangkan. 

Porsadin ini berjenjang dari kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Jadi ini menjadi ajang seleksi untuk mencari anak-anak yang bisa mewakili Kabupaten Blora di tingkat Jawa Tengah yang rencananya digelar 9 Oktober mendatang," jelasnya.

Meski waktu persiapan menuju tingkat provinsi hanya tersisa sekitar satu bulan, Cuk Suwartono menyatakan optimismenya. Optimisme tersebut dilandasi capaian kontingen Blora pada tahun 2024 lalu yang berhasil menembus tingkat nasional dan meraih juara dua nasional pada cabang Musabaqah Qira'atul Kutub (MQK) atau baca kitab kuning.

Sementara itu, Koordinator Perlombaan, Mas Sungut, menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba berjalan lancar.

"Masing-masing ruangan tertata rapi dan baik. Dewan juri juga semuanya berkompeten sehingga kami yakin dapat menghasilkan juara-juara yang layak dikirim ke tingkat provinsi Jawa Tengah," katanya.

Ia menjelaskan, seleksi di tingkat kecamatan menggunakan juknis yang sama dengan tingkat nasional, termasuk batasan usia maksimal 13 tahun. 

Hal ini agar para juara tidak terkendala saat maju ke tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan berjumlah 16 macam, meliputi takfidus ama, qira'atul kutub, nazem akidatul awam, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Jawa, kaligrafi, puisi islami, sholawat, adzan, serta cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, dan lari.

"Harapannya, mumpung masih ada waktu, dari DBC Kabupaten Blora tetap ada pembinaan dan pendampingan agar pelaksanaan maju ke tingkat provinsi bisa maksimal," pungkas Mas Sungut.(Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama