BLORA,POJOKBLORA.ID — Program revitalisasi sekolah yang digulirkan pemerintah memberikan angin segar bagi dunia pendidikan di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. SDN 1 Plosorejo menerima bantuan tersebut yang dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah bangunan penting, termasuk tiga ruang kelas yang sebelumnya rusak berat. Bantuan ini disambut syukur oleh pihak sekolah maupun wali murid karena dinilai sangat berdampak pada kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN 1 Plosorejo Kunduran, Agus Gendro Winarno, S.Pd.SD, mengatakan bahwa pembangunan meliputi tiga ruang kelas, yaitu kelas 1, 2, dan 3, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS), MCK atau kamar mandi, dan satu gedung baru berupa perpustakaan. Perpustakaan tersebut nantinya juga dapat difungsikan sebagai ruang pendukung kegiatan pembelajaran, termasuk untuk menunjang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Alhamdulillah kami mendapatkan revitalisasi di SDN 1 Plosorejo ini. Sangat bermanfaat, karena sebelumnya gedung SD tidak bisa digunakan untuk pembelajaran," ujar Agus.
Agus menambahkan, setelah selesai nanti, ruang-ruang tersebut bisa dipakai untuk kegiatan belajar. Anak-anak pun menjadi lebih nyaman, tenang, dan akhirnya berdampak pada prestasi mereka.
Dijelaskan pula bahwa bangunan yang paling urgent untuk diperbaiki adalah ruang kelas 1, 2, dan 3, yang kondisinya sempat mengalami kerusakan pada bagian atap hingga ambrol. Dengan adanya bantuan revitalisasi, ruang-ruang tersebut kini dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Anggarannya sekitar Rp900 juta, mencakup penataan lingkungan, lingkungan fisik, dan MCK. Alhamdulillah kegiatan belajar bisa lancar kembali," tambahnya.
Harapan pun disampaikan agar bantuan ini dapat terus menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman serta mampu berprestasi, khususnya di Kecamatan Kunduran dan umumnya di Kabupaten Blora.
Senada dengan itu, Gina, wali murid kelas VI, mengaku merasakan manfaat besar dari adanya bantuan revitalisasi tersebut. Menurutnya, kondisi SDN 1 Plosarjo sebelumnya memang sudah sangat memprihatinkan.
"Dari kacamata pendidik, bantuan ini sangat bermanfaat. Sebelumnya kita lihat sendiri kondisi SDN 1 Plosorejo yang sudah benar-benar rusak," ungkapnya.
Gina menjelaskan, tanpa adanya bantuan tersebut, anak-anak setiap hari harus dipindahkan untuk kegiatan pembelajaran, padahal belajar membutuhkan ruang yang nyaman dan memadai, tidak lalu-lalang orang, dan tidak mudah terganggu hal-hal di sekitarnya.
Ia menyebut, kerusakan paling parah terlihat pada bangunan sebelah barat yang atapnya mulai ambrol. Karena itu, kehadiran bantuan revitalisasi dianggap sebagai solusi yang sangat dibutuhkan.
Kepada para siswa, Gina berpesan agar lebih semangat belajar setelah mendapatkan ruang kelas yang nyaman. Sementara kepada pemerintah, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang dinilai bermanfaat bagi dunia pendidikan.
"Pesan untuk siswa, belajarlah yang rajin. Sudah mendapat kelas yang nyaman, harus lebih semangat masuk sekolah. Pesan untuk pemerintah, terima kasih sudah memberikan bantuan yang bermanfaat untuk kami," tutupnya.(Red)

