BLORA,POJOKBLORA.ID – TK Pertiwi 1 Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, kini menikmati hasil program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Bantuan senilai lebih dari Rp283 juta tersebut dimanfaatkan untuk merehabilitasi ruang kelas dan membangun toilet baru yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak sekolah yang dikelola Yayasan Desa itu.
Kepala TK Pertiwi 1 Tempurejo, Musriani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang telah lama dinantikan. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah sebelumnya jauh dari memadai sehingga revitalisasi menjadi kebutuhan yang mendesak.
"Kami berterima kasih sekali kepada Kemendikbud yang bersedia memberikan bantuan revitalisasi untuk TK kami. Bantuan ini sangat kami tunggu-tunggu karena TK kami sangat membutuhkan renovasi, mulai dari bangunan hingga toilet," ujar Musriani.
Sebelum revitalisasi, lanjut Musriani, siswa terpaksa menggunakan kamar mandi Balai Desa yang berada di belakang kantor desa. Kondisi toilet tersebut dinilainya kurang layak karena berukuran kecil, berada dekat sawah, dan tampak kumuh.
"Sekarang Alhamdulillah dapat kamar mandi baru yang tidak kami sangka-sangka, lengkap dengan biliknya," tambahnya.
Revitalisasi juga menyentuh perbaikan bangunan secara menyeluruh. Dinding lama yang sudah rusak dibersihkan, dilapisi CCI, kemudian ditembok kembali. Plafon, penerangan, jendela, dan ventilasi turut ditambah sehingga ruang belajar menjadi lebih nyaman bagi siswa.
Saat ini TK Pertiwi 1 Tempurejo memiliki sekitar 20 siswa. Lokasinya berada di area luar kota dan berdekatan dengan sejumlah TK lain, seperti TK Nglawian, ABA 7, Perumnas, ABA 8, Siswa datang dari berbagai daerah, termasuk Ke blora Dengan fasilitas yang lebih baik, pihak yayasan berharap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini semakin meningkat.
Pelaksana pekerjaan revitalisasi, Ipin, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja dari desa setempat. Lingkup pekerjaan meliputi rehab ruang kelas, pembangunan toilet baru, serta penataan lingkungan berupa paving dan pagar. Saat ini pekerjaan tinggal menunggu tahap penyelesaian akhir.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan masih belum terpenuhi. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa alat bermain untuk anak-anak belum tersedia. Musriani berharap pemerintah lebih mengutamakan pengadaan alat bermain karena anak usia dini membutuhkan sarana bermain yang memadai.
"Kami sempat blank, bingung mau menyampaikan apa. Anak-anak kan butuh bermain, jadi alat bermain itu harap lebih diutamakan," ujarnya.
Selain alat bermain, TK ini juga membutuhkan tambahan ruang kelas baru (RKB) dan ruang guru. Saat ini hanya tersedia dua kelas, sehingga ruang guru belum ada.
Musriani pun menyampaikan pesan dan harapannya kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, agar lebih memperhatikan TK yang berada di pelosok, baik dari segi bangunan maupun alat bermain.
"Lebih diperhatikan lagi TK-TK yang mungkin berada di pelosok. Dari segi bangunan dan alat bermainnya," pungkasnya.
Pihak yayasan berharap perhatian pemerintah terus berlanjut, terutama untuk pengadaan alat bermain dan ruang guru, sehingga mutu pembelajaran di TK Pertiwi 1 Tempurejo semakin meningkat. (Red)
.jpg)

