Digitalisasi Parkir Cetak Kenaikan PAD 800%, Blora Siap Perluas Sistem E-Parkir ke Pasar Lain


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, membuahkan hasil yang sangat signifikan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di pasar tersebut melonjak drastis hingga 800 persen setelah beralih dari sistem manual ke digital, sekaligus melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mengungkapkan data perbandingan yang mencengangkan. Sebelum digitalisasi, penerimaan parkir hanya berkisar Rp 1,1 juta per hari atau sekitar Rp 33 juta per bulan. Setelah e-parkir diterapkan, pendapatan rata-rata melonjak menjadi Rp 10 juta per hari atau Rp 300 juta per bulan.

“Ada kenaikan sebesar 800 persen. Capaian ini sudah melampaui target awal kami yang ditetapkan di angka Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per hari,” jelas Kiswoyo, Rabu (26/2).

Lebih rinci, Kiswoyo memaparkan akumulasi pendapatan sepanjang 2025. Pada periode Januari-Juni (sistem manual), penerimaan hanya mencapai Rp 200,2 juta. Setelah e-parkir beroperasi pada Juli-Desember, pendapatan melesat menjadi Rp 1,762 miliar. Total pendapatan parkir Pasar Sido Makmur sepanjang 2025 mencapai Rp 1,962 miliar.

“Proyeksi kami di 2026, PAD dari e-parkir Sido Makmur akan mencapai sekitar Rp 3,65 miliar,” tandasnya optimistis.

Transisi ke sistem digital ini dilakukan untuk menjalankan amanat Peraturan Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus mengatasi persoalan klasik parkir manual. Masalah seperti jumlah juru parkir yang tidak terdata, penataan kendaraan semrawut, hingga keluhan pungutan berulang (double bayar) dari pengunjung kerap terjadi sebelumnya.

“Dengan e-parkir, data kendaraan terpantau real-time. Dana langsung disetor bruto ke kas daerah, sehingga meminimalisir risiko pungutan liar dan kebocoran,” terang Kiswoyo.

Penerapan ini juga menjadi bagian dari realisasi visi Blora sebagai Smart City. Untuk mengatasi kendala teknis seperti pemadaman listrik dan antrean, telah disiapkan genset dan penambahan pintu keluar. Bahkan, tahun ini akan ditambah pintu khusus roda dua dengan sistem pembayaran non-tunai mandiri.

Pemerintah juga memastikan nasib para juru parkir lama tetap terjamin. Mereka diberdayakan dan dilatih untuk mengoperasikan sistem baru ini.

Kesuksesan di Pasar Sido Makmur ini akan dijadikan pilot project. Pemerintah Kabupaten Blora berencana memperluas sistem e-parkir ke tiga pasar rakyat lainnya di wilayah Blora pada tahun ini.

Masyarakat diimbau untuk mendukung sistem ini. Dengan membayar parkir secara resmi melalui sistem digital, kontribusi masyarakat langsung masuk ke kas daerah untuk mendukung pembangunan Blora yang lebih modern dan transparan.(Agung)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama