Header ADS

Musdes Purwosari Sepakati APBDes 2026, Prioritaskan BLT, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Penurunan Dana Desa


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Musyawarah Desa (Musdes) Purwosari, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk tahun 2026. Musdes yang dipimpin oleh Kepala Desa Purwosari Anissa Widhi Rumdani ini juga menyepakati daftar penerima bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa bagi warga kategori miskin ekstrem, sebagai salah satu prioritas utama di tengah penurunan alokasi dana desa yang signifikan. Selasa,(13/01/26).

Pada 2026, Desa Purwosari menerima alokasi dana desa sekitar Rp 300.000.000. Angka ini mengalami penurunan drastis sebesar 65% (atau Rp 500.000.000) dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 800.000.000.

Menyikapi realitas anggaran yang lebih ketat ini, Kepala Desa Anissa Widhi Rumdani menyampaikan bahwa prioritas penganggaran difokuskan pada hal-hal yang bersifat wajib dan mendesak.

“Kami menyikapi potongan dana desa ini dengan prioritas pada hal yang sifatnya wajib. Untuk honor pasti ada penurunan, kecuali untuk bidang pendidikan seperti guru dan tenaga pendidik, kami usahakan untuk tidak diturunkan,” jelas Anissa.

Adapun prioritas pengeluaran APBDes 2026 Desa Purwosari adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan & Kesehatan: Anggaran untuk honor guru, program Posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta penanganan stunting diutamakan untuk tetap berjalan optimal.

2. Perlindungan Sosial: Penyaluran BLT Dana Desa kepada warga miskin ekstrem menjadi komitmen utama.

3. Infrastruktur Fisik: Pembangunan akan difokuskan pada pengerasan jalan, penanggulangan bencana (seperti perbaikan lokasi longsor dan jembatan), serta rehabilitasi bangunan desa yang mendesak.

Lebih lanjut, Anissa menjelaskan bahwa kebijakan penurunan dana desa dari pemerintah pusat dan daerah tentu telah melalui kajian mendalam. “Kami menjelaskan ke warga, kebijakan ini tidak lantas dimaksudkan untuk menyusahkan rakyat. Tujuannya adalah untuk kesejahteraan bangsa dan negara yang lebih besar. Kesejahteraan rakyat tetap menjadi tujuan akhir,” ujarnya.

Di tengah tantangan penyesuaian anggaran ini, Anissa melihat adanya harapan baru dari program Koperasi Desa Merah Putih. “Terlihat sekali ke depan, dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, meskipun dana desa dikurangi dan kita agak keteteran dalam penyesuaian pembangunan—yang seharusnya semua bisa terbangun, akhirnya hanya sebagian kecil—keberadaan koperasi ini memberikan harapan dan solusi ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan APBDes 2026 yang telah disepakati, Pemerintah Desa Purwosari berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, dengan fokus pada perlindungan kelompok rentan dan pemeliharaan aset desa yang vital.(Agung)

Sponsor

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama