BLORA,POJOKBLORA.ID– Rencana pembangunan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora mendapatkan sambutan hangat sekaligus pengawalan kritis dari elemen masyarakat. Dalam acara sosialisasi pekan ini, Mbah Yayun, Koordinator Aliansi Masyarakat Blora, menyampaikan dukungannya dengan bahasa yang lugas dan penuh humor, menekankan pentingnya manfaat proyek ini mengalir langsung ke warga lokal.
"Ini bukan sekadar bangun gedung lima lantai, Pak! Ini bangun masa depan anak Blora!" tegas Mbah Yayun. "Kontraktornya pro, tukangnya asli Blora. Kalau kontraktor cuma bawa orang luar, nanti yang dagang nasi liwet di perpustakaan siapa!?" ujarnya.Senin,(19/01/26).
Pernyataan tersebut bukan sekadar guyonan, melainkan refleksi dari komitmen yang telah disepakati. Pemerintah Kabupaten Blora telah menyediakan lahan hibah seluas 2 hektar di lokasi strategis, tepatnya di depan Pasar Sidomakmur, Blora Kota. Pembangunan fisik kampus, yang direncanakan dimulai pada 2026, akan dikerjakan oleh kontraktor profesional dengan syarat utama melibatkan tenaga kerja dan menggunakan material sebanyak mungkin dari wilayah Blora.
Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik
Mbah Yayun menyebut proyek ini sebagai "rumah belajar" sekaligus "showroom SDM Blora". Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Daerah dan UNY yang ingin menjadikan kampus ini sebagai katalisator peningkatan kualitas pendidikan dan penggerak ekonomi lokal. Dengan melibatkan tukang, mandor, hingga pengawas lapangan asli Blora, diharapkan terjadi alih pengetahuan dan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
"Kalau kampusnya berdiri, jangan kaget kalau tukang lokal kita jadi profesor bangunan!" tutup Mbah Yayun, menggambarkan optimisme akan peningkatan kompetensi masyarakat.
Rencana dan Target Jangka Panjang
Berdasarkan dokumen perencanaan, PSDKU UNY Blora ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada 2027. Rencana awal pembangunan berupa gedung utama berlantai empat hingga lima dengan fasilitas pendidikan modern. Program studi yang akan dibuka diutamakan yang relevan dengan potensi dan kebutuhan industri di wilayah Blora dan sekitarnya, seperti pendidikan vokasional, teknik, dan pengelolaan sumber daya alam.
Komitmen tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—diharapkan dapat bersinergi langsung dengan potensi lokal, menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Blora.
Dengan semangat "dibangun untuk dan oleh Blora", proyek strategis nasional ini dipantau akan menjadi contoh konkrit pembangunan yang inklusif dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat setempat.(Agung)


