BLORA,POJOKBLORA.ID– Warga Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Blora, mengambil inisiatif memperbaiki jalan Kabupaten yang rusak parah melalui kegiatan gotong royong swadaya pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan aspirasi warga untuk menangani kerusakan jalan sepanjang 2 km di ruas Sendangharjo-Jatirejo dan ruas Tempuran - Patalan yang telah menyebabkan keluhan serta risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan.
“Alhamdulillah, antusias warga, terutama para donatur yang mendukung swadaya ini, sangat tinggi. Kami memutuskan bergotong royong karena kondisi jalan yang mengkhawatirkan dan banyaknya keluhan dari masyarakat,” ujar Pri Kusnanto, salah seorang warga yang terlibat dalam koordinasi, di lokasi kegiatan.
Material perbaikan berupa sekitar 20 rit pasir dan sirtu (batu split) diperoleh dari bantuan Bupati Blora dan sumbangan warga Tempuran. Sementara tenaga kerja sepenuhnya disediakan oleh warga secara sukarela. Perbaikan difokuskan pada 15 titik yang rusak berat di sepanjang 2 km jalan tersebut.
“Intinya, kami ingin berkontribusi agar fasilitas umum ini bisa dilintasi dengan nyaman dan aman oleh semua orang,” tambah Pri Kusnanto.
Kepala Desa Tempuran, Keman, menyambut positif dan mendukung penuh inisiatif swadaya warga ini. Ia mengakui bahwa ruas jalan tersebut, yang juga merupakan bagian dari rute menuju Sendangharjo dan Polres Blora, termasuk jalan prioritas yang selama ini kerap terabaikan.
“Alhamdulillah, warga mempunyai niat yang bagus. Kami dari pemerintah desa sangat mendukung dan merespons antusiasme warga memperbaiki jalan yang selama ini terlantar,” ujar Keman.
Keman mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan ini telah diajukan secara berulang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak ia menjabat pada 2020. Namun, kendala anggaran membuat realisasinya tertunda.
“Kami berharap anggaran untuk perbaikan jalan ini bisa diteruskan dengan skala prioritas. Tempuran sebagai desa wisata dan penyumbang pajak terbanyak diharapkan mendapat perhatian lebih,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa jalan ini merupakan akses vital, tidak hanya untuk warga lokal tetapi juga untuk wisatawan dari luar daerah, seperti Bojonegoro dan Tuban.
“Harapan kami, antusiasme warga ini menjadi cambuk bagi pemerintah untuk menjadikan perbaikan jalan-jalan yang rusak parah sebagai skala prioritas,” pungkas Keman.
Kegiatan gotong royong ini diharapkan menjadi langkah awal yang memicu perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Blora untuk melakukan penggrosokan atau pembangunan ulang jalan secara lebih maksimal di masa mendatang.(Agung)
















