BLORA,POJOKBLORA.ID – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Blora melaksanakan panen lele hasil budidaya warga binaan, Senin (23/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari program sarana asimilasi dan edukasi yang bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan rutan.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, memimpin langsung proses panen yang melibatkan tim pelayanan rutan dan sejumlah warga binaan. Dalam keterangannya, Eko menjelaskan bahwa ikan lele yang dipanen tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaan.
“Hari ini kita bersama tim pelayanan memanen lele untuk program sarana asimilasi dan edukasi bagi warga binaan. Sesudah panen, lele ini akan kita setorkan ke vendor untuk kemudian diolah menjadi menu makanan warga binaan,” ujar Eko di lokasi.
Ia menambahkan, program ini merupakan implementasi dari 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) yang salah satunya menekankan pada pembinaan kemandirian dan peningkatan kualitas pelayanan di lembaga pemasyarakatan. Melalui budidaya lele, warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam dan merawat ikan, tetapi juga memahami rantai pasok pangan hingga siap dikonsumsi.
“Kegiatan ini sangat positif. Selain mengisi waktu dengan kegiatan produktif, warga binaan juga mendapatkan edukasi tentang kewirausahaan dan kemandirian pangan. Hasilnya langsung dirasakan dalam bentuk tambahan menu bergizi di rutan,” jelas Eko.
Proses panen berlangsung lancar dengan pengawasan ketat dari petugas. Lele yang dipanen berukuran konsumsi dan langsung diserahkan kepada vendor mitra rutan untuk diolah menjadi lauk pauk bagi warga binaan. Kolaborasi dengan vendor ini memastikan hasil budidaya terkelola dengan baik dan tepat guna.
Program serupa direncanakan akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak warga binaan dan variasi komoditas lain. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan berkelanjutan serta pemenuhan hak-hak warga binaan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh bekal keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keahlian untuk kembali ke masyarakat.(Agung)





