Blora Crisis Center Dorong Kabupaten Blora Jadi Pilot Project City Gas Berbasis CNG


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Dalam upaya mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap elpiji subsidi, Blora Crisis Center resmi mengajukan permohonan kepada Gubernur Jawa Tengah agar Kabupaten Blora ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) pengembangan City Gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG).

Permohonan yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Blora Crisis Center, Amin Faried Wahyudi, ST, pada Senin (30/3). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan provinsi terkait pengembangan energi bersih sekaligus respons terhadap potensi sumber daya alam yang dimiliki Blora.

Dalam suratnya, Blora Crisis Center menyoroti bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi sumber daya gas yang cukup besar. Namun, hingga saat ini, masyarakat masih memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap LPG bersubsidi. Organisasi ini menilai bahwa kondisi tersebut membutuhkan solusi konkret dan berkelanjutan untuk mencapai kemandirian energi daerah.

“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah untuk mendorong PT JPEN agar segera menjadikan Kabupaten Blora sebagai pilot project pengembangan City Gas dengan sistem tabungisasi CNG,” demikian bunyi pernyataan resmi Blora Crisis Center dalam surat bernomor 01/BCC/III/2026 tersebut.

Direktur Blora Crisis Center, Amin Faried Wahyudi, menjelaskan bahwa usulan ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda. Tidak hanya mengurangi beban subsidi negara melalui konversi LPG, tetapi juga memanfaatkan potensi energi lokal yang selama ini belum optimal dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil.

“Program ini merupakan langkah nyata. Selain mengurangi ketergantungan pada LPG subsidi, kita juga mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Blora siap menjadi model percontohan bagi daerah lain di Jawa Tengah,” ujar Amin saat dikonfirmasi awak media.

Menurut rencana yang diusulkan, proyek percontohan ini akan mengimplementasikan sistem tabungisasi CNG yang memungkinkan distribusi gas bumi dalam bentuk terkompresi ke kawasan perkotaan (city gas). Blora Crisis Center meyakini bahwa jika terealisasi, program ini tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah pusat mengenai transisi energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan energi yang lebih stabil dan efisien.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan pernyataan resmi terkait surat permohonan tersebut. Namun, Blora Crisis Center menyatakan siap untuk berkoordinasi lebih lanjut guna mewujudkan usulan strategis ini demi kemajuan dan kemandirian energi Kabupaten Blora.(Red)

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم