Setelah 20 Tahun Gelap, Listrik Akhirnya Terang di Desa Gempol Blora


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Warga Dukuh Bendokerep, Desa Gempol, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, akhirnya menikmati aliran listrik yang stabil setelah lebih dari dua dekade hanya mengandalkan pasokan dengan daya lemah. Program Listrik Masuk Desa yang diinisiasi PLN bersama pemerintah daerah mendapat sambutan positif dari masyarakat serta dukungan penuh para wakil rakyat dan aparatur desa setempat.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Blora, Yuyus Waluyo, mengungkapkan bahwa persoalan kelistrikan di kawasan perbatasan tersebut telah berlangsung lama. Ia menjelaskan, meskipun jaringan listrik telah masuk sejak awal tahun 2000-an, kapasitas infrastruktur tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.

“Sebetulnya listrik sudah ada, tapi gardu induknya kecil. Hanya dua trafo yang melayani sekitar 200 kepala keluarga. Akibatnya, listrik tidak kuat menyala secara normal,” ujar Yuyus saat ditemui di lokasi, Kamis (12/3/2026).

Yuyus menambahkan, wilayah tersebut secara teknis mendapat suplai dari Rayon Ngawi, Jawa Timur, bukan dari Blora atau Cepu. Dengan adanya program baru ini, diharapkan kebutuhan 200-an rumah tangga di Bendokerep dapat terpenuhi secara layak.

Dampak ekonomi pun menjadi perhatian utama. Menurut Yuyus, keluhan warga selama ini bukan hanya soal penerangan, tetapi juga terganggunya usaha kecil seperti penjualan es, terutama saat musim panen.

“Saat panen tebu dan jagung, ribuan pekerja dari luar daerah datang ke sini. Kalau listrik padam, usaha es tidak bisa jalan. Ini sangat memukul ekonomi warga,” jelasnya.

Kepala Desa Gempol, Nurdianto, membenarkan bahwa perjuangan mendapatkan pasokan listrik yang memadai telah berlangsung sangat panjang. Ia menyebut kondisi geografis desa yang terdiri dari delapan dukuh tersebar menjadi tantangan tersendiri.

“Dulu listrik ikut jaringan dari wilayah timur, dari Ngetas ke Telogotuwong baru ke Bendokerep. Kualitasnya jauh dari harapan. Bahkan saat magrib, lampu saja tidak bisa terang,” kenang Nurdianto.

Kini, setelah program listrik masuk desa direalisasikan, warga Dukuh Bendokerep yang mencakup tiga rukun tetangga (RT) akhirnya bisa menikmati aliran listrik yang stabil. Namun, Nurdianto mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait akses jaringan dari Blora yang terkendala jalur.

“Kami masih punya PR soal jaringan dari Blora. Akses jalan sulit dilalui petugas PLN jika terjadi gangguan. Kami berharap pihak Perhutani Randublatung dapat membantu pemindahan jaringan melalui jalur Bangklean,” pungkasnya.

Dengan terealisasinya program ini, warga berharap aktivitas ekonomi dan sosial di desa dapat berjalan lebih optimal, terutama saat musim panen tiba.(Agung)

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم