Warga Nglebak Gotong Royong Betonisasi Jalan Rusak, Bupati Blora Beri Dukungan Langsung


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Setelah bertahun-tahun terabaikan, ruas jalan rusak di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, akhirnya mendapatkan perhatian serius. Tidak menunggu bantuan pemerintah, warga setempat justru bergerak lebih dulu dengan semangat gotong royong melakukan perbaikan secara swadaya. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Blora yang turun langsung meninjau lokasi sekaligus memberikan bantuan material, Kamis (19/3/2026).

Aksi kolektif warga difokuskan pada pembangunan jalan rabat beton di sejumlah titik strategis, antara lain ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung. Dengan sistem swadaya, masyarakat menyumbangkan material, tenaga, hingga konsumsi. Pekerjaan dilakukan secara bergantian, bahkan hingga malam hari, demi memastikan akses infrastruktur desa segera pulih.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, mengungkapkan bahwa gerakan ini berangkat dari kegelisahan bersama. Jalan desa terakhir kali dibangun sekitar tahun 2012 dan sejak itu tidak pernah tersentuh perbaikan signifikan.

“Ini berangkat dari kegelisahan bersama. Jalan ini sudah lama rusak dan belum tersentuh pembangunan. Akhirnya kami sepakat, daripada menunggu, lebih baik bergerak bersama. Saya hanya memfasilitasi, yang hebat adalah kekompakan warga,” ujar Eko saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, ide awal muncul dari rapat tingkat RT di Dusun Kalikangkung, lalu berkembang menjadi gerakan kolektif lintas dusun. Seluruh bantuan—baik dana, material, maupun tenaga—dikelola secara terbuka. “Prinsip kami jelas, dari warga, oleh warga, untuk warga. Semua dicatat dan diumumkan agar tidak ada kecurigaan. Ini murni gotong royong,” tegasnya.

Gerakan swadaya ini menyedot perhatian Pemkab Blora. Bupati Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini secara khusus meninjau lokasi dan progres pembangunan. Keduanya bahkan berkeliling menggunakan sepeda motor untuk memastikan kondisi jalan secara langsung.

Dalam kunjungan itu, Pemkab Blora memberikan dukungan nyata berupa 300 sak semen dan tanah grosok untuk penguatan bahu jalan. Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen menganggarkan pembangunan lanjutan pada ruas Nglebak–Megeri di tahun 2027 sebagai bentuk keberlanjutan dari upaya yang telah dimulai masyarakat.

Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat swadaya warga. “Ini contoh luar biasa. Ketika masyarakat bergerak bersama, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan kolektif,” ungkapnya.

Wakil Bupati Sri Setyorini menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. “Gotong royong seperti ini yang harus terus kita rawat,” ujarnya.

Kunjungan tersebut ditutup dengan berbuka puasa bersama di rumah Kepala Desa Nglebak, dilanjutkan tarawih keliling bersama warga, perangkat desa, dan tokoh agama. Pada kesempatan itu juga diberikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Momen tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga menegaskan bahwa pembangunan tidak semata soal infrastruktur, melainkan juga penguatan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.(Agung)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama