Petani Tebu Blora Galang Dana Swadaya Rp605 Juta untuk Perbaiki Pabrik Gula


BLORA,POJOKBLORA.ID
– Rasa sakit hati yang berkepanjangan akibat janji manis tak kunjung direalisasikan mendorong sekelompok petani tebu di Kabupaten Blora bertindak mandiri. Dipimpin oleh Wahyuningsih, mereka menggalang dana secara swadaya untuk memperbaiki Pabrik Gula GMM Todanan yang selama ini menjadi tumpuan hidup.

"Rasa sakit hati yang berlarut-larut karena sudah sekian lama diphp (dipermainkan janji), akhirnya kami berinisiatif. Negara tidak bisa mengatasi, ya ayo kita petani atasi sendiri," ujar Wahyuningsih dengan nada lirih namun penuh semangat saat ditemui di lokasi posko donasi, Senin (13/4/2026).

Aksi gotong royong ini, menurut Wahyuningsih, dimulai sejak Sabtu lalu. Dalam tiga hari terakhir, dirinya berkeliling menyambangi para petani hingga "ngemis-ngemis" memohon bantuan.

"Taruh di depan posko, ada yang lewat saya sambangi. Saya bilang, 'monggo, Pak, kita mau perbaiki pabrik, beli mesin'. Iuran ada yang Rp20.000, Rp10.000, bahkan Rp5.000," tuturnya.

Wahyuningsih menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap pejabat atau pemerintah yang dinilai tidak pro-petani, khususnya petani tebu.

Hasilnya, dalam tempo tiga hari, dana yang terkumpul dari uang receh mencapai sekitar Rp25 juta. Sementara itu, dari petani penyangga yang lebih mapan secara ekonomi, terkumpul donasi dengan nominal lebih besar. Ada yang menyumbang Rp5 juta, Rp2 juta, hingga Rp10 juta.

Wahyuningsih menyebutkan total donasi dari kelompok penyangga mencapai sekitar Rp600 juta yang berasal dari hampir 100 orang petani.

"Tiga hari ini, yang receh-receh mungkin ada Rp25 juta. Yang dari petani penyangga, sekitar 90-100 orang, terkumpul tadi sekitar Rp605 sekian juta," rincinya.

Wahyuningsih bersikeras donasi ini tidak akan ditutup hingga ada kejelasan dari pihak pabrik. "Kami menunjukkan bahwa kalau negara tidak bisa mengatasi, petani harus berdiri sendiri," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pabrik Gula GMM Todanan belum memberikan keterangan resmi. Namun, aksi swadaya petani tebu ini menjadi sorotan mengingat industri gula nasional yang sedang lesu berdampak langsung pada kesejahteraan petani.(Agung)

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم