BLORA,POJOKBLORA.ID – Harapan besar 50 petani tebu asal Kabupaten Blora untuk mendapatkan kepastian terkait pembelian tebu oleh Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, berakhir tanpa hasil. Forum Temu Kemitraan (FTK) yang digelar di pabrik tersebut, Kamis (23/4/2026), justru menuai kekecewaan karena pihak pabrik dinilai belum menyajikan konsep yang jelas mengenai penerimaan tebu.
Salah satu petani, Hairul Anwar, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihak pabrik hanya menampung usulan para petani tanpa membahas dua poin utama yang sangat mendesak.
“Yang kami inginkan sederhana: kapan pabrik mulai menerima tebu dari petani, dan berapa harga pembeliannya? Itu saja cukup. Tapi sampai pertemuan ditutup, tidak ada kejelasan. Tanggal penerimaan belum tahu, harga juga belum tahu,” ujar Hairul Anwar dengan nada kecewa usai acara.
Menurut Hairul, tidak ada konsep penerimaan tebu yang disampaikan secara konkret. Para petani yang hadir pun akhirnya memilih membubarkan diri karena tidak ada titik terang dari hasil diskusi.
“Pertemuan kami tutup dan kami bubar. Rasanya seperti tidak menghasilkan apa-apa,” imbuhnya.
Menyikapi kondisi ini, para petani berharap pemerintah pusat, khususnya Wakil Presiden, dapat turun tangan menjadi juru selamat bagi nasib petani tebu di Blora. Mereka bahkan mengungkapkan keinginan untuk mengundang Wakil Presiden hadir langsung di lokasi guna memperbaiki tata kelola pabrik gula tersebut.
“Harapan kami ke depan, petani ingin bertemu dengan Wakil Presiden. Kami ingin beliau hadir sebagai penyelamat dan bisa memperbaiki pabrik gula ini,” tegas Hairul.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PG Gendhis Multi Manis belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil Forum Temu Kemitraan tersebut.(RED)


