Empat Tahun Menjabat, Kepala Dusun di Blora Enggan Bertempat Tinggal di Wilayah Tugas, Warga: "Kami Sudah Habis Kesabaran"


BLORA,POJOKBLORA ID –
Polemik domisili Kepala Dusun Kedung Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, memasuki babak baru. Empat tahun masa jabatan dijalani, Puput—sang kepala dusun—dinilai masih enggan bertempat tinggal di wilayah tugasnya sendiri. Sikap ini dinilai warga telah melampaui batas kewajaran dan menguras kesabaran mereka.

Padahal, berdasarkan regulasi yang berlaku, seorang kepala dusun diwajibkan berdomisili di wilayah tugasnya. Selain itu, saat pelantikan, Puput turut menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isinya menyatakan kesediaan bertempat tinggal di Dukuh Kedung Kenongo.

Warga Nilai Sikap Kepala Dusun Arogan

Ngasiman, salah seorang ketua RT di dukuh setempat, menyayangkan sikap Puput yang dinilai arogan dan tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat.

"Sebenarnya tuntutan warga itu sederhana. Warga hanya menginginkan Bu Puput selaku kepala dusun bertempat tinggal di Dukuh Kedung Kenongo, itu saja, enggak lebih. Opo sih abote manggon neng Kedung Kenongo?" ujar Ngasiman dengan nada kesal, Selasa (12/5/2026).

Ia berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan nyata agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Senada dengan Ngasiman, Damin, warga setempat, menilai persoalan ini sejatinya mudah solusinya. "Solusinya ya Bu Puput segera bertempat tinggal di Kedung Kenongo, wes beres urusane," tegasnya.

Damin juga mengungkapkan informasi yang membuat warga semakin geram. "Malah ada informasi akan ada liger (mutasi) jabatan. Konon Bu Puput akan dipindah menjadi Kasi Pelayanan, sebaliknya Kasi Pelayanan yang jadi kepala dusun. Kan tambah bikin warga gregetan. Pokoknya kalau enggak mau tinggal di Kedung Kenongo, lebih baik mundur," cetusnya.

Isu Mutasi Jabatan Dibenarkan Kasi Pelayanan

Suripan, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Pelayanan Desa Sidomulyo, membenarkan adanya rencana mutasi jabatan tersebut.

"Kemarin saya dipanggil kepala desa dan diomongi, 'Mbah kwe tak liger dadi kepala dusun Kedung Kenongo yo, genteni Puput, la Puput ngko dadi Kasi Pelayanan.' Sebagai bawahan, saya jawab siap, tapi dengan syarat saya harus musyawarah dulu dengan keluarga dan warga masyarakat," ungkap Suripan.

Ia menegaskan, jika warga Kedung Kenongo berkenan dan bisa menerimanya, insyaallah dirinya siap. Namun sebaliknya, jika warga menolak, ia juga tidak bersedia menjadi kepala dusun.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi secara terpisah, Puput menjawab singkat. "Tidak ada liger atau mutasi jabatan," ujarnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kepala Desa Minta Warga Bersabar

Suyatman, Kepala Desa Sidomulyo, saat ditemui awak media dalam acara Sedekah Bumi di Dukuh Ngrayung, Desa Sidomulyo, meminta masyarakat untuk bersabar.

"Terkait polemik domisili Kepala Dusun Kedung Kenongo, masyarakat diimbau untuk bersabar. Toh kemarin Bu Puput juga sudah menjawab dan berjanji akan bertempat tinggal di Kedung Kenongo tahun ini," ujar Suyatman.

Namun, ketika disinggung mengenai informasi yang berkembang di masyarakat tentang rencana mutasi jabatan, Suyatman tidak memberikan jawaban. Ia hanya tersenyum kecil lalu meninggalkan awak media.

Hingga berita ini diturunkan, warga Kedung Kenongo masih menanti kejelasan dan realisasi janji dari kepala dusun mereka. Jika tidak kunjung dipenuhi, warga mengancam akan mengambil langkah lebih tegas. (Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama