Gabungan Komunitas Blora Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Bagikan 100 Paket Sembako di Randublatung


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Sejumlah elemen pemuda, komunitas, dan organisasi masyarakat menggelar kegiatan gerakan lingkungan dan peduli sosial di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut diinisiasi secara bersama oleh Rumah Juang, Front Blora Selatan, AnakSeribuPulau, mahasiswa HMI dan PMII, serta Karang Taruna Desa Kediren sebagai bentuk gerakan sosial berbasis gotong royong masyarakat.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program sosial dan lingkungan yang direncanakan berlangsung di 16 desa sebagai perwakilan dari masing-masing kecamatan se-Kabupaten Blora. Program tersebut akan dilaksanakan rutin setiap minggu dengan pola satu desa di setiap kecamatan sebagai lokasi kegiatan secara bergiliran, bekerja sama dengan komunitas masyarakat dan organisasi kepemudaan desa setempat.

Dalam kegiatan perdana di Desa Kediren, para pemuda melaksanakan aksi pembersihan dan pengangkutan sampah di sepanjang jalan Pasar Wulung hingga Kedungjambu. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah serta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama.

Selain aksi lingkungan, relawan juga melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan dan membagikan 100 paket bahan pangan kepada masyarakat kecil dan warga yang membutuhkan. Paket bantuan tersebut berisi sayuran, cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, timun, telur, minyak goreng, dan gula pasir.

Koordinator Front Blora Selatan, Exy Wijaya, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat kecil di desa.

"Kerusakan lingkungan selalu berdampak paling besar kepada rakyat kecil. Ketika tanah rusak, air tercemar, dan lingkungan hancur, masyarakat desa yang pertama merasakan akibatnya. Karena itu pemuda tidak boleh diam. Menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Kediren, Galih Mahendra, mengatakan bahwa kegiatan berbagi bahan pangan merupakan bentuk solidaritas sosial antawarga di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

"Kami ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Membantu warga tidak harus menunggu punya jabatan atau kekuasaan. Dari hal sederhana seperti berbagi bahan pangan dan membersihkan lingkungan, solidaritas sosial bisa tumbuh kembali di desa," katanya.

Mahasiswa HMI, Nur Syakir, juga menegaskan pentingnya keterlibatan gerakan mahasiswa dalam persoalan sosial dan lingkungan masyarakat.

"Mahasiswa tidak boleh hanya hadir di ruang diskusi atau media sosial. Gerakan mahasiswa harus turun langsung ke masyarakat, terlibat dalam persoalan lingkungan, sosial, dan kemanusiaan. Karena fungsi mahasiswa bukan hanya belajar, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial di tengah rakyat," ungkapnya.

Salah satu anggota Rumah Juang, Simon, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, pemuda desa, masyarakat, komunitas, mahasiswa, serta semua pihak yang sudah ikut bergerak bersama dalam kegiatan ini. Gerakan sosial dan lingkungan seperti ini tidak mungkin berjalan tanpa kebersamaan dan solidaritas banyak orang. Semoga langkah kecil ini menjadi awal tumbuhnya kepedulian kolektif di desa-desa Kabupaten Blora," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, gabungan komunitas dan organisasi pemuda berharap dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup serta membantu warga kecil di Kabupaten Blora. "Gerakan kecil yang dilakukan bersama lebih berarti daripada seribu wacana tanpa tindakan," pungkas Simon.(Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama