BLORA,POJOKBLORA.ID – Pemerintah Kelurahan Mlangsen bersama warga RT 02/RW 03 mengedukasi pilah pengolahan sampah dari rumah sesuai SOP skala lingkungan menggunakan mesin pencacah menjadi kompos, Sabtu (09/05/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.
Lurah Mlangsen, Evi Kartikasari, secara langsung mendampingi ibu-ibu rumah tangga setempat yang tergabung dalam pengurus Bank Sampah, jajaran ketua RT/RW, serta Babinsa Kelurahan Mlangsen. Mereka secara kolektif mempraktikkan proses pengomposan dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
"Inovasi ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun, karena ada dorongan kegiatan ramah lingkungan hingga tingkat kelurahan, ibu-ibu RT 02/03 berinisiatif mengumpulkan sampah daun kering di salah satu rumah warga. Setelah terkumpul, kami cacah bersama dan buat kompos secara gotong royong," jelas Sri Susilaningsih, Ketua Bank Sampah Katana RT 02 RW 03 Kelurahan Mlangsen, di sela kegiatan.
Sri menambahkan, proses pengomposan diawali dengan pencacahan daun kering maupun daun yang masih hijau. Metode ini bertujuan memperkecil ukuran material sehingga mempercepat proses pembusukan dan fermentasi. "Dalam waktu 2 hingga 4 minggu, sampah yang telah dicacah akan berubah menjadi kompos siap pakai. Hasilnya akan dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di area RT 02/RW 03," ujarnya.
Lebih lanjut, Sri berharap kegiatan ini dapat menginspirasi setiap ibu rumah tangga di wilayahnya untuk membuat kompos secara mandiri. "Setelah kami buat bersama melalui mesin pencacah, para ibu bisa menerapkan teknik serupa secara sederhana di rumah masing-masing," tuturnya.
Sementara itu, Lurah Evi Kartikasari menegaskan komitmennya untuk mengedukasi seluruh warganya agar mampu mengolah sampah organik maupun anorganik menjadi bahan bermanfaat. "Ke depan, program ini akan kami sosialisasikan hingga ke seluruh Kelurahan Mlangsen. Sebenarnya, banyak warga yang sudah mengelola sampah dengan baik, namun perlu penguatan sistem," ujar Evi.
Evi juga menyebut pemerintah kelurahan memberikan dukungan penuh dengan mengusulkan pengakuan resmi sebagai bank sampah. "Kami Sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) resmi untuk Bank Sampah. Kami bagikan pula kotak donasi serta turut serta dalam setiap kegiatan warga yang berkaitan dengan pengelolaan sampah seperti ini," tegasnya.
Dukungan juga datang dari Babinsa Kelurahan Mlangsen, Sujito. Menurutnya, kegiatan pengomposan ini memiliki nilai luar biasa dan sangat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan. "Selaku pembina desa di Kelurahan Mlangsen, saya mendukung penuh kegiatan dari pemerintah kelurahan, terutama program pengomposan ramah lingkungan. Kegiatan ini sungguh luar biasa," pungkas Sujito.(Agung)

