Dari Jerman ke Blora demi Soesila Toer: Pasutri Jerman Rela Tempuh 4 Jam untuk Bertemu Keluarga Pramoedya


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Sebanyak dua warga negara Jerman, Joann Liewald (55) dan istrinya Claudia Liewald, mengunjungi sejumlah tempat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Dalam kunjungannya yang berlangsung beberapa hari ini, pasangan suami istri itu menyempatkan diri bertemu dengan Soesila Toer, adik bungsu sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer, serta menikmati wisata kuliner dan alam setempat.

Keduanya tiba di Blora pada Minggu (31/5) malam dan menginap di salah satu hotel di pusat kota. Rencananya, mereka akan menghabiskan beberapa hari di Blora sebelum melanjutkan perjalanan.

“Saya tahu Pramoedya sudah meninggal, dan adik laki-lakinya Koesalah juga sudah meninggal. Tahun lalu saat kami berlibur, kami baru tahu kalau Soesila Toer ternyata masih hidup. Jadi, kami ingin mengunjungi beliau,” ujar Joann saat ditemui di Wisata Banyu Bening, Todanan, Blora, Selasa (2/6/2026).

Joann mengaku sudah merencanakan perjalanan ini sejak tahun lalu. Ia menghubungi Soesila melalui surel yang dikirim ke Perpustakaan Pataba (Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa) yang didirikan oleh Soesila Toer. “Kami mendapat balasan dari anaknya. Saya sangat senang bisa bertemu beliau. Mereka sangat ramah kepada kami,” tambahnya.

Sebelum ke Blora, pasangan ini berlibur di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Untuk mencapai Blora, Joann mengaku butuh perjuangan ekstra. “Kami pergi dari Jakarta ke Solo, lalu naik mobil menempuh perjalanan yang sangat panjang. Tidak lewat jalan tol, jadi butuh waktu 4 jam sampai ke sini,” jelas pria berbaju merah itu.

Selain bertemu Soesila Toer, rombongan juga mengunjungi Loco Tour Cepu, Goa Terawang Park, dan Wisata Banyu Bening. Mereka juga mencicipi sate kambing khas Blora untuk pertama kalinya. “Aromanya sangat menggugah selera, saya menyukainya,” kata Joann. Istrinya, Claudia, menambahkan, “Kami sebelumnya sudah tahu sate ayam dan sate sapi, tapi belum pernah sate kambing. Jadi kami belajar sesuatu yang baru.”

Claudia yang merupakan penyelam profesional itu sangat terkesan dengan Goa Terawang. “Goanya sangat indah, sangat mistis. Terutama saat cahaya matahari masuk ke dalam, itu benar-benar luar biasa. Saya merasakan keheningan atau hal mistis di dalam tempat ini,” ujarnya. Ia juga memuji kebersihan dan perawatan kawasan tersebut. “Semua sangat bersih, dirawat dengan baik. Senang melihat orang-orang menjaga alam.”

Kunjungan ini bukan tanpa alasan emosional. Joann mengungkapkan bahwa ibunya, Margit Liewald, seorang aktivis Amnesty International, dulu ikut menggalang dana untuk membantu Pramoedya keluar dari penjara. “Saya pernah bertemu Pram pada tahun 1999 di Hamburg. Kami sempat mengobrol. Seluruh keluarga Pram sudah seperti bagian dari diri saya,” kenang Joann.

Ini merupakan kali kedelapan Joann berkunjung ke Indonesia, namun baru pertama kali ke Blora. Claudia pun mengaku ingin kembali. “Mungkin suatu saat kami akan datang lagi untuk mengunjungi Soesila Toer, perpustakaan, dan keluarga Pram,” ujarnya. Ia juga mengaku nyaman dengan kearifan lokal Blora. “Kami bukan tipe orang yang butuh kemewahan. Orang-orang di sini sangat ramah.”(red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama