BLORA,POJOKBLORA.ID– Ratusan warga Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, melakukan aksi blokade jalan provinsi pada Kamis (4/6/2026). Mereka menuntut perbaikan total ruas jalan sepanjang 2,6 kilometer dari Kedung Jambu hingga Njape yang kondisinya rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu sempat menghentikan arus lalu lintas di jalur provinsi tersebut. Para pengendara dialihkan ke jalur alternatif sementara petugas kepolisian dan Satpol PP berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Koordinator Aksi, Exi Wijaya, menyampaikan bahwa pemicu utama aksi blokade adalah ketidakpuasan masyarakat terhadap rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang hanya akan memperbaiki 500 hingga 600 meter ruas jalan. Menurutnya, angka itu tidak sebanding dengan panjang total kerusakan yang mencapai 2,6 kilometer.
"Kalau hanya 500 sampai 600 meter itu sangat tidak cukup. Padahal, sepanjang jalan dari Kedung Jambu sampai Njape itu 2,6 kilometer. Tuntutannya harus tuntas," ujar Exi di hadapan massa yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam dan membawa spanduk.
Exi juga mengingatkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk mendengarkan aspirasi rakyat. Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, pemimpin adalah pelayan, bukan tuan atas rakyat.
"Untuk Bung Luthfi, hari ini kami mengingatkan. Di dalam negara demokrasi, rakyat adalah tuan dan pemimpin adalah pelayan rakyat. Kami warga Randublatung, Blora, dan Jawa Tengah menggunakan hak konstitusional untuk mengontrol kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat," tegasnya.
Lebih lanjut, Exi mengaitkan persoalan jalan rusak dengan berbagai kebijakan publik lainnya yang dinilai membebani masyarakat, seperti kenaikan pajak serta nasib buruh dan petani. Ia mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk bersatu mengawal kebijakan yang pro-rakyat.
"Ketika jalan provinsi rusak, yang menjadi korban adalah rakyat. Ketika pajak naik, yang menjadi korban juga rakyat. Permasalahan Blora tidak berdiri sendiri. Ayo kita bersatu mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat," ajaknya.
Salah seorang warga, Anton Sudibyo, turut menggemakan tuntutan tersebut. Dengan nada berapi-api, ia meminta Gubernur Ahmad Luthfi yang disebutnya sebagai "bapaknya rakyat Jawa Tengah" agar segera memikirkan nasib warga yang setiap hari dirugikan oleh kondisi jalan yang rusak.
"Anda adalah bapaknya rakyat Jawa Tengah. Tolong kami, jalan kami sudah rusak. Tolong dipikirkan," pungkas Anton.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Blora belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga.(Red)


