Musdes Desa Soko Tuntaskan Skema Bagi Hasil Minyak, PAD Diharapkan Meningkat


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Pemerintah Desa Soko, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Soko, Senin (15/6). Forum yang dihadiri pemilik lahan, investor, pengurus, dan tokoh masyarakat tersebut berhasil menyepakati skema pembagian hasil pengelolaan minyak di wilayah setempat.

Kepala Desa Soko, Mulyono, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran musdes yang sempat melalui dinamika diskusi alot. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam mencapai titik temu.

"Alhamdulillah, semua lengkap. Walaupun awalnya agak sulit, namanya musyawarah seperti itu, saya bangga karena akhirnya menemukan kesepakatan bersama," ujar Mulyono saat ditemui usai acara.

Kesepakatan yang diraih dalam musdes tersebut terdiri atas empat poin utama, yakni:

· 18 persen untuk pemilik lahan,

· 27 persen untuk pengurus,

· 5 persen untuk Pendapatan Asli Desa (PAD),

· 50 persen untuk investor.

Mulyono menegaskan bahwa Pemerintah Desa Soko sengaja tidak terlibat dalam pengurusan legalitas kegiatan usaha minyak tersebut. Ia menjelaskan, surat keterangan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk kepengurusan telah terbit pada mei lalu dan menjadi dasar administratif yang sah.

"Hubungan pemerintah desa dengan kegiatan ini tidak ada, karena sejak awal saya sengaja tidak ikut serta agar tidak melanggar aturan," tegasnya.

Salah satu tujuan dari kesepakatan skema bagi hasil ini adalah untuk memenuhi persyaratan penyusunan Memorandum of Understanding (MOU) dengan pihak Mataram Connection. Dengan dialokasikannya 5 persen untuk PAD, Mulyono berharap desa yang selama ini tidak memiliki pendapatan asli kini bisa memperoleh tambahan anggaran bagi pembangunan.

"Yang jelas, sebelumnya desa tidak punya PAD. Sekarang ada 5 persen, saya sangat bersyukur. Harapan ke depannya, semoga kesepakatan ini bisa menambah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Musdes yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini disambut positif oleh para peserta sebagai langkah awal tata kelola sumber daya alam yang lebih transparan dan berkeadilan di Desa Soko.(Red)

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم