BLORA,POJOKBLORA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polsek Jepon menggelar kompetisi mural bertajuk "Jepon Mural Competition" di halaman Mapolsek Jepon, Kamis (18/6). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini merupakan hasil kolaborasi dengan Karang Taruna Kelurahan Jepon dan melibatkan generasi pelajar sebagai upaya menyalurkan kreativitas pada hal positif.
Kapolsek Jepon, Iptu H. Moch Junaidi, menjelaskan bahwa lomba mural ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama khusus diperuntukkan bagi pelajar SMP dan SMK se-Kecamatan Jepon, sedangkan tahap kedua direncanakan akan digelar untuk masyarakat umum.
"Untuk tingkat pelajar, ada 3 SMA/sederajat dan 5 SMP yang diundang. Namun beberapa SMP tidak dapat mengirimkan peserta karena tidak ada muatan lokal seni lukis. Total peserta yang hadir sebanyak 9 tim," ujar Iptu H. Moch Junaidi kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Mengusung tema "Pelajar Kreatif, Polisi Proaktif", kompetisi ini dirancang selaras dengan semangat Bhayangkara. Kapolsek berharap melalui goresan lukisan, para peserta dapat memberikan edukasi dan bersama-sama menciptakan produktivitas positif bagi Indonesia.
Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sendiri akan jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang. Para pemenang lomba mural direncanakan akan mendapatkan piala, piagam, dan pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas karya mereka.
Lukisan Gajah Mada Hiasi Polsek Jepon
Salah satu daya tarik dalam kegiatan ini adalah hadirnya lukisan Gajah Mada berukuran besar yang dipajang di sisi kanan pintu masuk Mapolsek Jepon. Lukisan tersebut merupakan karya pelukis legendaris asal Jepon, Waras Jati Mukti, yang diselesaikan dalam waktu enam hari.
Kapolsek Jepon menjelaskan makna filosofis di balik lukisan tersebut. "Gajah Mada adalah patih pada zaman Kerajaan Majapahit yang memimpin pasukan Bhayangkara. Ini menjadi simbol bahwa polisi atau Bhayangkara bertugas menjaga keamanan negara, memimpin, dan melindungi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, pelukis Waras Jati Mukti menambahkan bahwa lukisan ini sengaja dibuat agar masyarakat memahami bahwa seni lukis tidak hanya tentang pemandangan, tetapi juga bisa menggambarkan sosok kepahlawanan dan penegakan hukum.
"Semoga polisi bisa menjadi penegak hukum yang baik dan menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia," pesan Waras.
Lukisan Gajah Mada tersebut diharapkan menjadi pengingat akan peran penting polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya di bidang seni.(Red)


