BLORA ,POJOKBLORA.ID– Sebanyak 51 desa dan kelurahan di Jawa Tengah saat ini tengah menjalani proses penilaian administrasi dan verifikasi lapangan oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung serentak ini merupakan rangkaian seleksi untuk menentukan kelayakan penerima penghargaan Desa/Kelurahan Mandiri Sampah Tahun 2026. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran verifikasi adalah Kelurahan Mlangsen, Kabupaten Blora, yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam kunjungan verifikasi yang digelar Kamis (16/7/2026), tim penilai dari DLHK Provinsi tidak hanya meninjau aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga mengamati langsung keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat.
Sorotan utama tertuju pada peran Babinsa Kelurahan Mlangsen, Serma Sujito, yang secara konsisten mendampingi warga dan pemerintah kelurahan dalam setiap tahapan program kebersihan. Kehadiran aparat TNI ini menjadi simbol nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi militer, pemerintahan, dan masyarakat sipil.
Lurah Mlangsen, Evi Kartikasari, menyambut baik kedatangan tim penilai dari provinsi. Ia menilai kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan sinergi yang telah berjalan selama ini dalam mengelola sampah di wilayahnya.
"Kedatangan tim penilai dari provinsi merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam mengelola sampah. Kami berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam program ini," ujar Evi di lokasi penilaian.
Sementara itu, Serma Sujito menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pokok TNI, khususnya dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu membantu kesulitan rakyat di bidang lingkungan. Ia menekankan pentingnya kepedulian kolektif terhadap kebersihan lingkungan sebagai kunci kenyamanan hidup bermasyarakat.
"Selain tugas pokok kami di bidang pertahanan, TNI juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu kesulitan rakyat. Tujuan kami di sini adalah mendorong warga agar lingkungannya bersih, rapi, dan tidak mengganggu aktivitas warga yang melintas. Lingkungan yang bersih membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman dan sehat," ujar Serma Sujito.
Peran Babinsa dalam pendampingan program lingkungan di Mlangsen bukanlah kali pertama. Sebelumnya, ia juga aktif mendorong inovasi warga, seperti mengapresiasi pengembangan budidaya maggot yang dinilai mampu mengurai sampah organik sekaligus memiliki nilai ekonomi, serta turut serta dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan yang mengganggu akses jalan warga.
Hal ini sejalan dengan semangat program Desa Mandiri Sampah yang merupakan unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang bertujuan menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu melalui pendekatan partisipatif dan kemandirian desa.
Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, Kelurahan Mlangsen optimistis dapat meraih predikat Kelurahan Mandiri Sampah Tahun 2026, sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan peran aktif aparat kewilayahan. Hasil akhir penilaian akan diumumkan oleh DLHK Provinsi Jawa Tengah setelah seluruh rangkaian verifikasi lapangan rampung.(RED)


