BLORA,POJOKBLORA.ID – Perjuangan panjang Paguyuban Tebu Blora untuk mendapatkan kepastian atas nasib hasil panen mereka terus berlanjut. Rabu (22/07/2026), perwakilan petani tebu dari Kabupaten Blora yang tergabung dalam gerakan "Jateng Guyub" berangkat menuju Kota Semarang. Rombongan yang menggunakan satu unit bus ini bertekad menyuarakan aspirasi mereka langsung kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Hairul Anwar, selaku Humas Paguyuban Tebu Blora, menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Semarang adalah untuk meminta perhatian serius dari Gubernur. Ia berharap pemimpin baru Jawa Tengah itu dapat membuktikan komitmennya untuk "nengopeni" dan "ngayomi" (mengayomi) warganya, khususnya petani tebu Blora yang tengah terhimpit masalah.
"Kami berharap Bapak Gubernur Ahmad Lutfi bisa turun tangan dan ikut menyelesaikan permasalahan yang ada di Blora, khususnya yang menimpa petani tebu. Hari ini kami berangkat ke Semarang untuk menyampaikan harapan ini," ujar Hairul Anwar kepada awak media sebelum keberangkatan.
Dalam aksi "Jateng Guyub" yang mereka lakukan, Paguyuban Tebu Blora menyoroti dua tuntutan utama yang mereka harapkan mendapat solusi dari Gubernur. Pertama, terkait pemberian Subsidi Angkut untuk meringankan beban biaya distribusi tebu yang kini harus dikirim ke pabrik gula di luar daerah. Kedua, mereka menuntut adanya kepastian giling untuk tahun 2027 dari Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM).
"Pak Ahmad Lutfi saat kampanye dulu memiliki jargon mengayomi dan mengopeni. Kami mohon jargon itu sekarang dibuktikan untuk masyarakat Blora yang sedang berjuang," tegas Hairul.
Permasalahan yang dihadapi petani tebu Blora bukanlah isu baru. Mandeknya operasional Pabrik Gula (PG) GMM di Kecamatan Todanan sejak beberapa waktu lalu telah memaksa petani mengirim hasil panen ke pabrik gula di wilayah lain, seperti Pati dan Madiun. Biaya transportasi yang melonjak drastis hingga dua kali lipat menjadi pukulan telak yang menggerus pendapatan dan mengancam keberlangsungan usaha tani mereka.(Red)


