BLORA,POJOKBLORA.ID – Pernyataan kontroversial dilontarkan oleh Yuwono, yang akrab disapa Mbah Yayun, tokoh masyarakat Blora sekaligus wali murid SD Negeri Kedungjenar. Ia menyoroti ketidakhadiran sekolah tersebut dalam gelaran Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan nada tegas dan penuh kecurigaan, Mbah Yayun menyatakan akan mengusut tuntas dalang di balik pembatalan partisipasi sekolah tersebut.
Mbah Yayun menyampaikan kekesalannya terkait adanya oknum yang dinilai telah membuat onar hingga menyebabkan SD Kedungjenar batal mengikuti karnaval yang seharusnya menjadi ajang meriah bagi pelajar. Ia menegaskan bahwa selama ini SD Kedungjenar telah menunjukkan prestasi dan komitmen yang baik terhadap program pemerintah.
"Justru saya akan cari siapa yang membuat onar di SD Kedungjenar. Sebenarnya tidak apa-apa menjadi apa-apa. Nanti saya akan telusuri ada apa orang tersebut sehingga membuat SD Kedungjenar yang sudah baik untuk program pemerintah dan ajarannya tiap tahun juga baik, sampai tidak jadi ikut karnaval," ujar Mbah Yayun dengan lantang, Selasa (11/08/26).
Lebih lanjut, Mbah Yayun menyampaikan kekhawatirannya yang menohok. Ia menduga ada motif di balik kejadian ini dan bahkan menyebut kemungkinan keterlibatan ideologi tertentu.
"Saya akan cari sampai manapun. Akan saya usut ada apa di balik ini semua. Saya khawatir bahwa justru orang tersebut adalah PKI," tegasnya sembari menyebutkan bahwa ia telah bertemu dengan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.
Ia mengklaim bahwa dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah diberikan lampu hijau oleh Wakil Bupati untuk tetap dapat berpartisipasi dalam karnaval jika menginginkannya.
"Tadi saya ketemu Bu Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, itu SD Kedungjenar diperbolehkan kalau mau ikut karnaval," pungkasnya.
Karnaval HUT RI sendiri merupakan tradisi tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga umum.
Dalam beberapa tahun terakhir, SD Negeri Kedungjenar tercatat sebagai salah satu kontingen yang berprestasi dan pernah menyabet gelar Juara I pada ajang serupa di tahun 2023 . Ketidakhadiran mereka pada tahun ini pun menjadi perhatian publik dan memicu polemik di kalangan masyarakat Blora.(Red)











