Proyek Bendungan Cabean Blora Terkendala Anggaran, Target Rampung Molor 2 Tahun


BLORA,POJOKBLORA.ID
– Pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, terkendala efisiensi anggaran sehingga target penyelesaian proyek molor dua tahun. Proyek nasional senilai Rp499 miliar tersebut semula ditargetkan rampung pada 2026, namun kini direncanakan selesai pada 2028.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Cabean, Nuryanto Sasmito Slamet, mengatakan kontrak pekerjaan sebenarnya berakhir tahun ini. Namun, pihaknya telah mengajukan perpanjangan kontrak selama dua tahun karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

 "Kontrak sebenarnya selesai tahun ini, tetapi kami sedang mengajukan perpanjangan kontrak. Rencana selesai di tahun 2028," kata Nuryanto saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Nuryanto, progres fisik pembangunan Bendungan Cabean hingga saat ini baru mencapai sekitar 25 persen atau senilai kurang lebih Rp125 miliar dari total nilai kontrak. 

Anggaran yang tersedia dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun ini juga telah habis terserap. Meski demikian, pekerjaan di lapangan tetap berjalan karena penyedia jasa bersedia menalangi biaya pekerjaan terlebih dahulu.

"Kalau anggaran DIPA sudah habis, penyedia jasa tetap bekerja. Nanti yang mereka laksanakan akan dibayar di tahun berikutnya," ujarnya. Nuryanto menjelaskan, keterlambatan pembangunan tidak hanya dipengaruhi efisiensi anggaran, tetapi juga sempat terkendala proses pembebasan lahan.

Pihaknya kini masih menunggu persetujuan perpanjangan kontrak yang telah diajukan melalui Kementerian PUPR kepada Kementerian Keuangan. Nuryanto memastikan proyek Bendungan Cabean tidak akan mangkrak karena pemerintah telah menyiapkan pagu indikatif untuk melanjutkan pembangunan pada tahun berikutnya. "Insyaallah tidak. Pagu indikatif tahun depan sudah dianggarkan untuk Bendungan Cabean," tegasnya.

Hingga saat ini, pekerjaan yang telah dilakukan antara lain pembangunan jalan akses, saluran pengelak, fasilitas umum, dan fasilitas proyek. Sementara pembangunan tubuh utama bendungan belum dimulai. "Tahun ini rencananya menyelesaikan saluran pengelakan," kata Nuryanto.

Keterlambatan pembangunan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama petani Desa Karanganyar yang berharap Bendungan Cabean segera berfungsi untuk mengairi lahan pertanian. 

Proyek yang berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana itu dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 3 juta meter kubik dengan luas genangan 51,45 hektare. Bendungan tersebut diharapkan menjadi solusi pengairan pertanian sekaligus pengendalian banjir dan memiliki potensi dikembangkan sebagai kawasan wisata.(Red)

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم