Petani Tebu Blora Terpuruk, Pabrik Gula GMM Mandek dan Utang Bank Menggunung


BLORA,POJOKBLORA.ID –
Ratusan petani tebu di Kabupaten Blora saat ini tengah dilanda keputusasaan. Pasokan hasil panen mereka tidak dapat terserap secara optimal menyusul berhentinya operasional Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM) di Kecamatan Todanan akibat kerusakan mesin boiler.

Kondisi ini memaksa mereka menjual hasil panen ke pabrik gula di luar daerah dengan biaya tinggi dan waktu antrean panjang, yang pada akhirnya menggerus keuntungan hingga menyebabkan kerugian .

Seorang petani tebu asal Todanan, Sugimin, mengungkapkan keluh kesahnya atas situasi yang membelit para petani. Sejak PG GMM tutup, ia dan rekan-rekan sesama petani kesulitan menjual hasil panen. Pengiriman ke pabrik lain di Kabupaten Blora membutuhkan waktu antrean hingga tiga hari, yang dirasa sangat tidak sebanding dengan biaya ongkos angkut yang dikeluarkan .

"Penghasilan berkurang drastis karena harga tebu anjlok, sementara cicilan di bank sangat memberatkan," keluh Sugimin, Senin (20/7/2026). 

Para petani berharap pihak bank dapat memberikan keringanan berupa perpanjangan waktu pembayaran utang.

Lebih dari itu, Sugimin mendesak agar PG GMM segera diperbaiki dan bukan hanya sekadar menjadi bahan kajian semata . 

Harapan serupa juga disampaikan oleh Yayak, seorang sopir pengangkut tebu, yang berharap agar PG GMM dapat kembali aktif sehingga petani bisa maju lagi .

Saat ini, hasil panen petani yang masih bisa terserap dialihkan ke sejumlah pabrik gula di luar daerah, seperti PG Rendeng, PG Trangkil, dan PG Pakis . Namun, pengalihan ini dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan akar masalah karena biaya transportasi yang tinggi dan potensi penurunan kualitas tebu akibat perjalanan jauh.(Red)

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama