13 Dapur MBG di Blora Dihentikan Sementara karena Bermasalah, Ribuan Penerima Manfaat Tak Dapat Makan Bergizi


BLORA,POJOKBLORA.ID
– Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora. Penghentian ini dilakukan setelah ditemukan sejumlah pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan BGN, salah satunya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi syarat.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat nomor 2740/D.TWS/05/2026 perihal pemberhentian sementara. Dalam surat itu dijelaskan bahwa IPAL di sejumlah SPPG yang dihentikan operasionalnya tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

Berdasarkan lampiran surat, terdapat 13 SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan di Blora yang dihentikan sementara, antara lain:

· SPPG Blora Cepu Karangboyo 2 (Yayasan Rezeky Selaras Mustika)

· SPPG Blora Jati Gabusan (Yayasan Toha Asep Suherman)

· SPPG Blora Ngawen Bradag (Yayasan Rezeky Selaras Mustika)

· SPPG Blora Blora Kamolan (Yayasan As Sanusiyyah)

· SPPG Blora Jati Doplang (Yayasan Kasih Putra Ibad)

· SPPG Blora Banjarejo Sidomulyo (Yayasan Semua Anak Bangsa)

· SPPG Blora Jepon Tempellemahbang 2 (Yayasan Nakama Sejahtera Indonesia)

· SPPG Blora Kradenan Nglebak (Yayasan As Sanusiyyah)

· SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 (Yayasan Tirto Mirah Asih)

· SPPG Blora Ngawen Bogowanti (Yayasan Mitra Cendekia Waskita)

· SPPG Blora Jati Tobo (Yayasan Khaira Lubna Insani)

· SPPG Blora Jati Gabusan 2 (Yayasan Pendidikan Al Muttaqin Guwaran)

· SPPG Blora Tunjungan Tamanrejo (Yayasan Miftahul Rohmat Kunduran)

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, menjelaskan bahwa masa pemberhentian sementara ini berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Sampai dengan surat pencabutan turun,” ujar Artika saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, para penerima manfaat dari 13 SPPG yang dihentikan operasionalnya tidak dialihkan ke dapur lain. Artinya, mereka tidak mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) selama SPPG yang bersangkutan belum kembali beroperasi.

“Tidak dialihkan,” tegasnya.

Jika satu SPPG rata-rata melayani 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat, maka diperkirakan sekitar 26.000 hingga 39.000 penerima manfaat di Blora untuk sementara waktu tidak menerima MBG.(RED)

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم